RADARSOLO.COM — Ditunjuk sebagai tuan rumah Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jawa Tengah 2026, Pemerintah Kota Solo bersiap memamerkan potensi wisata andalan Kota Bengawan. Ajang ini akan menjadi panggung bagi Solo untuk menunjukkan ekosistem pariwisata yang berbasis pada keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku UMKM.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menegaskan bahwa kekuatan pariwisata Solo terletak pada budaya yang hidup di tengah masyarakat. Melalui forum ini, para peserta akan diajak merasakan pengalaman wisata yang imersif.
"Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga merasakan pengalaman budaya, kuliner, hingga interaksi langsung dengan UMKM lokal. Ini yang ingin kami tunjukkan," ujar Astrid, Jumat (8/5/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkot Solo sengaja menyiapkan agenda seperti Solo Night Experience hingga kunjungan ke kampung batik. Astrid menekankan pentingnya setiap Pokdarwis memiliki kemampuan storytelling (penceritaan) yang kuat untuk menjual potensi wilayahnya.
"Setiap wilayah pasti punya cerita sejarah dan kearifan lokal. Dari situlah identitas wisata terbentuk. Jika dikemas dengan storytelling yang baik, hal itu akan menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan," imbuhnya.
Baca Juga: Pemprov Dorong Pengembang di Jateng Bangun Perumahan Mandiri Energi Berbasis Biogas
Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 yang berlangsung pada 9-10 Mei ini melibatkan 200 peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mengusung tema "Pesona Solo: Culture & Heritage", kegiatan akan dipusatkan di Loji Gandrung, kawasan Gatot Subroto (Gatsu), dan Kampung Wisata Batik Kauman.
Rangkaian kegiatan meliputi forum diskusi pariwisata dan heritage, Solo Night Experience (wisata kuliner dan produk ekonomi kreatif), kelas membatik dan wisata belanja UMKM, dna puncak acara Kirab Budaya Pokdarwis pada 10 Mei dengan rute Loji Gandrung menuju Kampung Wisata Batik Kauman.
Baca Juga: Melongok Budi Daya Ikan Mina Ampuh di Polokarto Sukoharjo, Berdayakan Pemuda Lewat Kolam Bioflok
Astrid berharap forum ini menjadi percontohan bagaimana pariwisata dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah secara langsung.
"Ketika sektor wisata bergerak, UMKM harus ikut tumbuh. Sinergi inilah yang terus kami dorong di Solo, agar pariwisata memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga," pungkas Astrid. (ves)
Editor : Kabun Triyatno