RADARSOLO.COM - Bank Jateng meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (8/5).
Peresmian ini sekaligus menghadirkan gedung Smart Hub UNS sebagai ruang kolaborasi akademik serta layanan publik.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, peningkatan status kantor dari kantor kas menjadi kantor cabang pembantu merupakan bentuk komitmen Bank Jateng untuk hadir lebih dekat dengan pusat pendidikan di Jawa Tengah.
“Ini adalah wujud komitmen kami sebagai Bank Jateng untuk selalu hadir dekat dengan sentral pendidikan lokal. Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNS dan Pemerintah Kota Surakarta atas dukungan dan kolaborasinya,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR Rendah demi Perangi Pinjol dan Rentenir
Ia menjelaskan, layanan perbankan di lingkungan UNS telah dimulai sejak 2020 dengan status kantor kas yang berlokasi di UPT UNS. Pada 2026, layanan tersebut resmi ditingkatkan menjadi kantor cabang pembantu dengan lokasi baru di samping rektorat UNS.
“Kami berharap Bank Jateng dan UNS terus menjalin hubungan baik sehingga bisa sama-sama memberikan manfaat bagi pengembangan masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret Hartono menyebut, pembangunan dan pengelolaan gedung Bank Jateng KCP UNS menjadi simbol kuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan.
“Kerja sama ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas pelayanan perbankan, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi untuk mendukung pengembangan ekosistem pendidikan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kantor layanan perbankan, tetapi juga menghadirkan ruang diskusi dan ruang interaksi bagi sivitas akademika UNS.
“Ruang-ruang seperti ini sangat penting untuk membangun budaya akademik yang produktif, terbuka, dan inovatif. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melahirkan berbagai gagasan dan kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
UNS juga berharap kerja sama dengan Bank Jateng dapat diperluas pada bidang lain, seperti penguatan literasi keuangan, digitalisasi layanan, pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan dosen, hingga dukungan terhadap program-program strategis kampus.
Di sisi lain, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di tengah tantangan ekonomi global.
Ia menyebut, Pemerintah Kota Surakarta saat ini fokus pada empat indikator utama, yakni angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia.
Baca Juga: Cetak Laba Rp1,4 Triliun dan Aset Tembus Rp100 T, Bank Jateng Jadi BPD Tersehat se-Indonesia
“Kita sedang masuk era survival mode. Kondisi global sedang berat, tetapi kita harus tetap membantu masyarakat yang masih berjuang. Kalau masyarakat di lapisan bawah bisa dientaskan dari kemiskinan, maka masa depan anak-anak kita akan lebih baik,” katanya.
Respati juga mendorong sektor perbankan untuk menghadirkan pembiayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui program pelatihan kerja dengan dukungan kredit produktif bagi warga berpenghasilan rendah.
“Pemberian kredit harus berdampak. Kita ingin memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pelatihan dan pekerjaan,” tandasnya.
Bambang menambahkan, Bank Jateng percaya bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dan dunia perbankan memiliki peran penting dalam mendukung sumber daya manusia berkualitas dan kemajuan pendidikan.(alf)
Editor : Nur Pramudito