Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wali Kota Solo: "Laporkan jika SPPG Bermasalah, Kami Beri Sanksi Langsung Demi Kualitas MBG"

Silvester Kurniawan • Minggu, 10 Mei 2026 | 13:57 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi bagikan menu MBG pada kegiatan showcase di Halaman Graha Wisata Niaga, Sriwedari, Minggu (10/5/2026). (SILVESTER/RADAR SOLO)
Wali Kota Solo Respati Ardi bagikan menu MBG pada kegiatan showcase di Halaman Graha Wisata Niaga, Sriwedari, Minggu (10/5/2026). (SILVESTER/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Halaman Graha Wisata Niaga, Sriwedari, dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti Showcase Menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (10/5/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan momen Solo Car Free Day tersebut, sebanyak 2.300 porsi makanan ludes dibagikan kepada masyarakat.

Agenda ini merupakan langkah strategis Pemkot Solo meningkatkan transparansi program nasional tersebut sekaligus menjaring aspirasi publik mengenai kualitas dan porsi gizi yang disajikan oleh setiap dapur produksi.

Baca Juga: Prioritas Afirmasi bagi Anak Yatim, DPRD Solo Pastikan Keadilan Akses Pendidikan di SPMB 2026

Sebanyak 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total 65 unit yang sudah beroperasi di Solo turut memamerkan produk unggulan mereka.

Masyarakat yang hadir dibekali kupon untuk ditukarkan dengan menu pilihan di masing-masing gerai dapur MBG.

Salah satu peserta, Dewandaru, 13, mengungkapkan kepuasannya setelah mencicipi paket makanan yang disajikan.

“Makananya enak, kalau bisa seperti ini terus menunya,” ucap Dewandaru yang didampingi orang tuanya saat ikut mengantre.

Wali Kota Solo Respati Ardi bersama istri dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani tampak hadir menyapa warga sekaligus memantau jalannya showcase.

Pemkot Solo menegaskan bahwa pelibatan masyarakat sebagai pengawas eksternal sangat penting guna memastikan program ini berjalan tanpa kendala (zero accident).

Baca Juga: Fraksi PDI Perjuangan Soroti Sosialisasi Pemilahan Sampah yang Dinilai Malah Picu Keresahan Warga

"Kami mohon dukungan semua. Bekerja bersama untuk melayani masyarakat dengan makanan bergizi yang baik agar tumbuh kembang anak sehat semua," kata Respati.

Guna menjaga konsistensi kualitas menu MBG, Pemkot Solo melalui Satgas MBG telah menyiapkan sistem kendali mutu yang ketat.

Wali Kota secara terbuka membuka diri terhadap kritik dan masukan dari warga sebagai bahan evaluasi operasional SPPG.

Bagi dapur yang melanggar standar prosedur atau kualitas makanan, pemerintah tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi tegas.

Sebaliknya, bagi SPPG yang mampu mempertahankan standar terbaik, akan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Baca Juga: Pasang Alat EWS, BPBD Wonogiri Sosialisasikan Tanda-Tanda Awal Longsor kepada Warga Karangtengah

“Kami melibatkan seluruh stakeholder untuk ikut mengawasi, Kami juga membuka kanal aduan bagi masyarakat khusus untuk SPPG," ungkap Respati. 

"Jika ada permasalahan, silakan laporkan, kami akan beri sanksi langsung pada SPPG terkait dan bagi SPPG yang baik akan kami berikan penghargaan. Jadi Showcase ini untuk menjaring masukan dari masyarakat,” imbuh dia.

Melalui mekanisme ini, diharapkan setiap SPPG memiliki motivasi internal untuk selalu menyajikan makanan yang aman, sehat, dan bergizi bagi para penerima manfaat.

Kegiatan Showcase ini juga menjadi ajang laporan akuntabilitas kepada publik mengenai progres penyediaan infrastruktur gizi di Kota Bengawan.

Hingga saat ini, Solo telah memiliki 65 unit SPPG yang beroperasi penuh, dengan rencana penambahan unit baru dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pemuda asal Sragen Rekam Video Aksi Nekatnya Akhiri Hidup dengan Lompat dari Jembatan

Pengawasan berkala akan terus dilakukan oleh berbagai organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas MBG untuk menjamin setiap sajian tetap layak konsumsi.

Wakil Satgas MBG Kota Solo Purwanti menambahkan, jangkauan program ini akan terus diperluas seiring dengan selesainya proses sertifikasi dapur-dapur tambahan.

“Ini bagian dari akuntabilitas program MBG, dan kami ingin menyampaikan seluas-luasnya program MBG di Solo," ucapnya. 

"Sampai saat ini ada 65 SPPG yang sudah beroperasi di Solo dan 7 SPPG tambahan sedang dalam proses SLHS. Jadi nanti ada 72 SPPG saat yang 7 SPPG ini mulai beroperasi,” lanjut Purwanti. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#showcase mbg #sppg bermasalah #Wali Kota Solo Respati Ardi #sanksi