Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kirab Budaya Pokdarwis se-Jateng: Wali Kota Solo Desak Kementerian Hidupkan Kembali Anugerah Desa Wisata

Silvester Kurniawan • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:26 WIB
Kirab Budaya yang diikuti oleh ratusan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari seluruh penjuru Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Kirab Budaya yang diikuti oleh ratusan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari seluruh penjuru Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Jalan Slamet Riyadi menjadi saksi kemeriahan Kirab Budaya yang diikuti oleh ratusan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari seluruh penjuru Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 yang menempatkan Kota Solo sebagai tuan rumah.

Melalui momentum ini, Pemkot Solo secara terbuka melayangkan pesan kepada Kementerian Pariwisata untuk memberikan perhatian lebih serius dalam menghidupkan kembali peran Pokdarwis sebagai garda terdepan penggerak ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Distankan Sukoharjo Gandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia Awasi Ketat Penyembelihan Hewan Kurban

Wali Kota Solo Respati Ardi yang memberangkatkan langsung kirab dari depan rumah dinas Loji Gandrung menegaskan bahwa kelompok masyarakat seperti Pokdarwis adalah fondasi utama kepariwisataan nasional.

Menurutnya, pengembangan wisata tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur besar tanpa menyentuh aspek pelestarian budaya yang dikelola langsung oleh masyarakat lokal.

Respati berharap kementerian terkait dapat memberikan dukungan yang lebih konkret agar inisiatif-inisiatif lokal di daerah tidak redup.

“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan masukkan kepada Kementerian Pariwisata. Mohon Pokdarwis, Anugerah Desa Wisata, dan lain sebagainya bisa dihidupkan kembali," ujarnya. 

"Harapannya ini bisa jadi masukan untuk pemerintah pusat supaya memperhatikan kelompok-kelompok sadar wisata di seluruh Indonesia,” lanjut Respati.

Ia menilai perhatian pusat akan menjadi pemantik semangat bagi kelompok penggerak untuk terus berinovasi mengelola potensi pariwisata dari skala yang paling kecil.

Partisipasi 35 Kabupaten/Kota

Baca Juga: Wali Kota Solo: "Laporkan jika SPPG Bermasalah, Kami Beri Sanksi Langsung Demi Kualitas MBG"

Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wadah pertukaran gagasan bagi ratusan perwakilan dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Dimulai sejak Sabtu (9/5), para peserta diajak menyelami denyut nadi pariwisata Solo. Mulai dari wisata belanja di Kampung Batik Kauman hingga diskusi panel mengenai strategi promosi daerah.

Kirab budaya ini menjadi etalase bagi masing-masing daerah untuk memamerkan kekhasan seni dan produk unggulannya di hadapan publik.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menambahkan, penunjukan Solo sebagai tuan rumah diharapkan mampu memberikan inspirasi mengenai pengelolaan wisata skala kelurahan.

Sinergi antara pemerintah kota dan kementerian dianggap sebagai kunci untuk menciptakan integrasi wisata yang berkelanjutan.

Baca Juga: Prioritas Afirmasi bagi Anak Yatim, DPRD Solo Pastikan Keadilan Akses Pendidikan di SPMB 2026

"Dengan adanya kegiatan Pokdarwis yang menunjuk Solo sebagai tuan rumah ini harapannya potensi wisata hingga area yang paling kecil yakni skala kelurahan bisa lebih dikenal," katanya. 

"Tentu ini tidak bisa berjalan sendiri, stakeholder dan kementerian pariwisata harus berjalan beriringan agar saling melengkapi dan menguatkan salah satunya dalam mengupayakan kolaborasi wisata antar kabupaten/kota," harap Astrid.

Penguatan Kolaborasi Antarwilayah

Melalui Forum Komunikasi ini, Pemkot Solo mendorong terciptanya paket wisata kolaboratif antar kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Hal ini penting agar wisatawan tidak hanya terpusat pada satu titik, tetapi dapat terdistribusi ke berbagai wilayah yang memiliki potensi unik namun belum terekspos secara maksimal.

Dengan keterlibatan aktif Pokdarwis, setiap kelurahan diharapkan memiliki narasi kuat untuk menarik minat pengunjung mancanegara maupun domestik.

Baca Juga: Fraksi PDI Perjuangan Soroti Sosialisasi Pemilahan Sampah yang Dinilai Malah Picu Keresahan Warga

Penutupan rangkaian acara pada Minggu siang menandai komitmen bersama para pegiat wisata Jawa Tengah untuk terus menjaga marwah budaya lokal di tengah modernisasi.

Kehadiran ratusan peserta ini menjadi bukti bahwa semangat sadar wisata masih sangat tinggi, namun membutuhkan dukungan regulasi dan anggaran yang proporsional dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata secara menyeluruh di seluruh Indonesia. (ves)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pokdarwis se-jateng #anugerah desa wisata #kirab budaya #wali kota solo