RADARSOLO.COM — Ratusan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah memadati ruas jalanan Kota Solo untuk mengikuti kirab budaya, Minggu (10/5) pagi. Selain sebagai ajang unjuk potensi, Pemerintah Kota Solo memanfaatkan momentum ini untuk mendesak Kementerian Pariwisata agar kembali menghidupkan dan memperkuat eksistensi Pokdarwis di daerah.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang memberangkatkan langsung kirab dari halaman Loji Gandrung, berharap kegiatan ini menjadi pemantik perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, pengembangan kepariwisataan akan lebih maksimal jika dimulai dari penguatan kelompok penggerak di level akar rumput.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Solo Warning Pelaksanaan SPMB 2026: Haram Ada Praktik Titipan!
“Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan masukan kepada Kementerian Pariwisata. Kami mohon agar program seperti Pokdarwis, Anugerah Desa Wisata, dan sejenisnya bisa dihidupkan kembali secara masif. Ini adalah aspirasi agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kelompok sadar wisata di seluruh Indonesia,” ujar Respati.
Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah 2026 ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (9/5) hingga Minggu (10/5). Rangkaian acara ditutup dengan kirab budaya dan kunjungan wisata ke Kampung Batik Kauman.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Solo Raya Semakin Liar, Minyakita Tembus Rp20 Ribu per Liter
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menambahkan bahwa penunjukan Solo sebagai tuan rumah merupakan peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata hingga ke skala terkecil, yakni kelurahan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan (stakeholder).
“Tentu pengembangan ini tidak bisa berjalan sendiri. Stakeholder dan Kementerian Pariwisata harus berjalan beriringan agar saling melengkapi, terutama dalam mengupayakan kolaborasi wisata antarkabupaten/kota,” tutur Astrid.
Selama kegiatan berlangsung, para perwakilan Pokdarwis dari berbagai penjuru Jawa Tengah diajak mengeksplorasi berbagai sudut Kota Bengawan, mulai dari wisata belanja, kuliner, hingga warisan budaya.
Melalui forum ini, setiap delegasi diharapkan membawa pulang inspirasi untuk mengembangkan desa atau kelurahan wisata di daerah masing-masing, sekaligus memperkuat jejaring komunikasi antarpenggiat wisata di Jawa Tengah. (ves)
Editor : Kabun Triyatno