RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Solo melakukan rebranding layanan promosi pada sarana dan prasarana (sarpras) transportasi publik. Langkah ini dipandang sebagai peluang strategis untuk menopang pembiayaan operasional Batik Solo Trans (BST) dan Angkutan Feeder mulai tahun depan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad, menjelaskan bahwa regulasi promosi di sarpras transportasi sebenarnya sudah disahkan sejak akhir 2023 melalui Perda Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) serta Peraturan Wali Kota (Perwal). Namun, hingga kini pemanfaatannya dinilai belum maksimal.
“Sosialisasi kami gencarkan kembali agar masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan ruang promosi ini. Dampaknya sangat krusial untuk membantu pembiayaan operasional layanan BST dan Feeder pada 2027 mendatang,” ujar Taufiq, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Cuan, Pemkot Siapkan Skema Swakelola Tipe Empat di Perwali Baru
Saat ini, promosi produk baru terlihat di beberapa halte di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Padahal, Kota Solo memiliki lebih dari 40 halte serta ratusan armada BST-Feeder yang bisa dimanfaatkan sebagai media iklan.
“Jika ruang promosi di semua koridor bisa dimaksimalkan, dana tambahan yang masuk akan sangat membantu APBD. Untuk tarif dan ketentuan pemasangan, semuanya sudah diatur secara mendetail dalam regulasi yang ada,” terangnya.
Baca Juga: Gugatan Ijazah Jokowi Kandas di PN Solo, Tim AKUWI Resmi Ajukan Banding ke PT Jawa Tengah
Optimalisasi pendapatan dari sektor iklan ini menjadi sangat penting mengingat dukungan pembiayaan dari APBN untuk operasional BST-Feeder akan sepenuhnya dihentikan. Ke depan, beban operasional transportasi publik akan sepenuhnya ditanggung oleh APBD Kota Solo.
Taufiq membeberkan gambaran anggaran saat ini subsidi APBN 2026 hanya tersisa Rp8 miliar, sedangkan sokongan APBD Solo 2026 mencapai Rp23 miliar. Sementara kebutuhan ideal diperlukan sekitar Rp60 miliar untuk mengoperasikan seluruh koridor secara maksimal.
“Karena keterbatasan anggaran saat ini, layanan terpaksa kami sesuaikan. Jika ingin kembali ke standar ideal tahun 2022-2024—dengan operasional jam 05.00–21.00 WIB dan headway (jeda antar armada) hanya 5 menit—kami butuh pendanaan tambahan yang kuat,” imbuh Taufiq.
Baca Juga: Peringatan Ahli Waris Sriwedari ke Pemkot Solo: Jangan Gegabah Revitalisasi Lahan Sengketa!
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi menyoroti maraknya media promosi liar yang tidak berizin di berbagai sudut kota. Ia mendorong masyarakat untuk lebih tertib dengan memanfaatkan fasilitas promosi resmi yang disediakan pemerintah.
“Masih banyak baliho liar yang tidak tertib pajak. Ini harus ditertibkan agar penerimaan daerah dari sektor reklame bisa maksimal dan bisa dikembalikan untuk membiayai fasilitas publik seperti transportasi ini,” tegas Respati. (ves)
Editor : Kabun Triyatno