RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku prihatin atas aksi tak senonoh yang terjadi di kawasan Plaza Manahan dan viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Kota Solo pun mengajak masyarakat ikut menjaga dan mengawasi ruang publik agar tetap nyaman digunakan bersama.
Respati menyayangkan ruang publik yang selama ini terus dikembangkan justru disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak pantas.
“Saya prihatin sekali. Kami sedang mengembangkan banyak public space, banyak ruang terbuka malah digunakan seperti itu. Saya menghimbau semuanya untuk saling mengingatkan,” terang Respati.
Menurutnya, ruang publik sejatinya merupakan milik bersama sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga ketertiban dan kenyamanan di area tersebut.
Respati juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Ia menilai pendidikan akhlak dan tanggung jawab perlu diperkuat agar generasi muda mampu membatasi perilaku yang kurang baik.
Pemkot Solo, lanjutnya, juga akan meningkatkan pembinaan terkait akhlak dan kesusilaan, khususnya di sektor pendidikan.
“Ini fasilitas umum, selayaknya tidak perlu diawasi secara khusus namun diawasi bersama. Tempat publik itu milik warga, sejatinya warga lah yang akan saling membantu dan memperingatkan apabila ada hal yang tidak baik,” ujarnya.
Sebelumnya, video aksi tak senonoh pasangan muda-mudi di Plaza Manahan sempat viral di berbagai platform media sosial dan menuai banyak kritik dari masyarakat.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Satpol PP Kota Surakarta Didik Anggono memastikan pihaknya akan mengintensifkan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi publik.
“Petugas patroli akan kami intensifkan lagi, lampu-lampu yang kurang terang bisa ditambah. Kami membuka kanal aduan supaya pengawasan bisa lebih baik,” kata Didik.
Dia menyebut patroli sebenarnya sudah rutin dilakukan dari pagi hingga malam hari. Namun, setelah kejadian viral tersebut, pengawasan akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy