RADARSOLO.COM – Lonjakan kunjungan terjadi di beberapa objek wisata budaya dan heritage di Solo, selama momentum long weekend perayaan Kenaikan Isa Almasih, 14-17 Mei.
Di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, traffic kunjungan naik lima kali lipat dibanding hari biasa.
Selain itu, Kampung Batik Kauman juga panen wisatawan.
Staf Loket Keraton Kasunanan Norma menjelaskan, jumlah pengunjung sekira 500 orang per hari selama long weekend ini.
Angka tersebut meningkat signifikan dibanding hari biasa, yang rata-rata hanya dikunjungi 100 wisatawan per hari.
Baca Juga: Solo Terancam Kehilangan 150 Guru Non-ASN, DPRD Siapkan Revisi Perda Penyelenggaraan Pendidikan
“Kami buka pukul 09.00. Sampai siang sudah ada sekira 500-an wisatawan yang berkunjung," jelas Norma, kemarin (14/5).
Wisatawan yang berkunjung tidak hanya dari Solo Raya. Banyak juga dari Jawa Timur seperti Ngawi dan Kediri.
Baca Juga: Panduan Libur Panjang di Solo: Dari Pottery Class hingga Jazz Triwindu
“Kebanyakan malah dari Jawa Timur. Ada juga wisatawan asing yang berkunjung hari ini (kemarin), total delapan orang,” imbuhnya.
Menyambut momentum long weekend, pihak keraton menyiapkan berbagai atraksi dan kegiatan budaya.
Sabtu besok (15/5), rencananya akan digelar pertunjukan live music gamelan.
Tak hanya itu, di akhir pekan pengunjung juga dimanjakan dengan paket wisata foto menggunakan busana adat Jawa. Paket tersebut dibanderol Rp 150 ribu per orang.
“Demi menarik pengunjung, kami sediakan sewa pakaian lengkap adat Jawa. Laki-laki pakai beskap, blangkon, dan jarik. Kemudian sanggul dan kebaya untuk perempuan,” bebernya.
Di sisi lain, peningkatan jumlah wisatawan juga terlihat di Kampung Batik Kauman. Jumlah pengunjung meningkat sekira 30 persen dibanding hari biasa.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, suasana Kampung Batik Kauman sudah ramai sejak pagi pukul 06.00.
Banyak wisatawan memanfaatkan waktu untuk olahraga pagi, sembari menikmati suasana kampung batik di pusat Kota Bengawan tersebut.
Baca Juga: Catat! Begini Cara Bersihkan Kotoran Tikus agar Terhindari dari Hantavirus
“Kalau pagi malah kebanyakan wisatawan luar kota yang menginap di hotel-hotel sekitar. Mereka olahraga dan jalan-jalan santai, sambil menikmati suasana di sini,” ujar Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman Gunawan Setiawan.
Gunawan menambahkan, toko-toko batik di Kauman buka pukul 08.00.
Namun melihat tingginya aktivitas wisatawan di pagi hari, tidak menutup kemungkinan jam operasional toko dimajukan jadi pukul 07.00.
“Mungkin nanti bisa maju jam bukanya. Tapi memang suasananya lebih syahdu saat pagi dan sore hari,” urai Gunawan.
Meski demikian, aktivitas wisata di Kauman tidak berlangsung hingga larut malam. Sebab di jam itu, mayoritas pelaku UMKM dan pemilik usaha fokus pada kegiatan keluarga.
“Kalau di atas Magrib, banyak toko estetik di dalam kampung yang tutup,” beber Gunawan. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto