Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Marak Generasi Muda Lakukan Tindakan Fatal Mengancam Nyawa, Pemkot Solo Siagakan Psikolog hingga Tingkat RW

Silvester Kurniawan • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:36 WIB
Ilustasi AI/Gemini
Ilustasi AI/Gemini

RADARSOLO.COM — Pemerintah Kota Solo menaruh perhatian serius terhadap maraknya kasus percobaan bunuh diri yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan kesehatan mental masyarakat kini menjadi prioritas utama guna mengantisipasi tekanan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai informasi, tercatat sedikitnya tiga kali percobaan bunuh diri di Jembatan Jurug berhasil digagalkan oleh warga dan petugas dalam satu bulan terakhir. Seluruh pelaku merupakan perempuan dengan latar belakang usia beragam, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga. Fenomena ini menjadi alarm penting bagi Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani.

“Percobaan bunuh diri tidak hanya berkaitan dengan persoalan individu, tetapi juga menunjukkan adanya tekanan sosial dan tantangan hidup yang luar biasa. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami, terutama dalam melihat bagaimana mentalitas generasi muda menyikapi perubahan zaman,” ujar Astrid, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga: Solo Terancam Kehilangan 150 Guru Non-ASN, DPRD Siapkan Revisi Perda Penyelenggaraan Pendidikan

Astrid memastikan Pemkot Solo akan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan anak muda. Salah satu solusi konkret yang telah berjalan adalah program Posyandu Plus yang menjangkau hingga tingkat RW.

Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengakses layanan konsultasi psikologis, pemeriksaan tingkat kecemasan, hingga deteksi dini stres secara gratis.

“Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah di Posyandu Plus. Di sana tersedia psikolog dan konsultan untuk membantu warga mengantisipasi gangguan mental sejak dini,” papar Astrid.

Baca Juga: Panduan Libur Panjang di Solo: Dari Pottery Class hingga Jazz Triwindu

Selain layanan medis, Pemkot Solo juga menyoroti pentingnya literasi masyarakat. Astrid menilai banyak pemicu stres berakar dari masalah ekonomi, seperti jeratan pinjaman online (pinjol). Oleh karena itu, pemerintah akan meningkatkan edukasi keuangan agar masyarakat tidak terjebak masalah finansial yang memperburuk kondisi psikologis.

Baca Juga: Dramatis! Aksi Kejar-Kejaran Warnai Penangkapan Satpam Bank Di Solo Residivis Curanmor

Khusus untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, Pemkot akan berkoordinasi dengan institusi pendidikan terkait beban akademik dan kendala biaya pendidikan.

“Kami juga mendorong anak-anak muda untuk aktif dalam kegiatan positif, seperti olahraga dan industri kreatif. Tujuannya agar mereka memiliki ruang ekspresi yang sehat sehingga terhindar dari stressor baik di rumah maupun lingkungan sekolah,” tegas Wawali.

Implementasi penguatan kesehatan mental ini merupakan bagian dari program unggulan yang diinisiasi oleh Wali Kota Solo Respati Ardi bersama Astrid Widayani. Pemerintah kota juga telah bekerja sama dengan rumah sakit daerah untuk memperkuat jangkauan tenaga ahli.

“Kami bekerja sama dengan RSUD Fatmawati dan RSUD Bung Karno untuk menambah jumlah psikolog bagi masyarakat. Jika warga membutuhkan konsultasi lanjutan, akan diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih berwenang di bidangnya,” pungkas Wali Kota Respati dalam keterangan sebelumnya. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#tekanan sosial #psikologi #Posyandu plus #masalah ekonomi