RADARSOLO.COM – Pihak Bank Jateng Syariah selaku penyelenggara Festival Balon Solo yang dihelat di Alun-alun Utara, Minggu (17/5), akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kendala teknis yang menyebabkan balon udara gagal mengangkasa. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, mereka berencana menggelar kembali acara serupa dengan persiapan yang lebih matang pada momentum libur Idul Adha mendatang.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Syariah Solo, Nur Rochmah Lia Fabiyanti, melalui surat resminya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia meluruskan bahwa operasional di Minggu pagi tersebut terpaksa dihentikan demi keselamatan karena faktor alam.
Baca Juga: Ekspektasi Versus Realita Balon Udara Solo: Warga Keluhkan Gagal Terbang dan Macet Parah
“Kondisi hembusan angin yang cukup kencang di sepanjang pelaksanaan acara membuat balon-balon udara tidak dapat mengembang dan mengudara secara sempurna,” terang Lia Fabiyanti, Senin (18/5).
Atas insiden tersebut, pihak bank meminta maaf secara khusus kepada Wali Kota Solo selaku pemangku wilayah, para pengunjung yang telah memadati lokasi, serta seluruh warga Kota Bengawan. Pihaknya berjanji akan menjadikan gelombang kritik kemarin sebagai bahan evaluasi manajemen event.
“Insyaallah, kami akan kembali menggelar festival ini pada momen libur Idul Adha mendatang. Kami berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh di segala lini. Kami berharap pada acara berikutnya, didukung dengan cuaca yang bersahabat, masyarakat bisa menikmati keindahan atraksi balon udara dengan aman dan nyaman,” paparnya.
Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Mareta Dinar Cahyono, membenarkan adanya draf rencana penjadwalan ulang event tersebut, yang diproyeksikan bergulir pada 27 atau 28 Mei 2026.
Baca Juga: Selasa Besok Lauching SPMB se Jateng, Cabdin VII Tegaskan No Jastip
Meskipun menyambut baik antusiasme tinggi dari masyarakat, Mareta memberikan catatan keras mengenai pembenahan infrastruktur pendukung. Pihaknya juga masih mengkaji penentuan lokasi baru yang aman dari zona penerbangan komersial.
“Tingginya jumlah penonton kemarin membuktikan antusiasme warga sangat besar. Silakan jika ingin digelar kembali, namun promotor wajib mempersiapkan aspek pengamanan, manajemen pergerakan penonton, mitigasi kemacetan lalu lintas, hingga detail teknis penerbangan secara lebih matang. Terkait lokasi, kami masih mengkaji opsi lain karena ada regulasi ketat di mana aktivitas ini harus berjarak minimal 15 kilometer dari bandara udara terdekat,” tegas Kepala Disbudpar Kota Solo. (ves)
Editor : Kabun Triyatno