Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Aksi Pembacokan di Jalan Gatot Subroto Solo! Korban Alami Luka 10 Cm, Pelaku Kabur Pakai Matik Putih

Antonius Christian • Selasa, 19 Mei 2026 | 20:29 WIB
Ilustrasi kekerasan jalanan.
Ilustrasi kekerasan jalanan.

RADARSOLO.COM – Dugaan aksi kekerasan jalanan (klitih/penganiayaan) kembali menggegerkan warga Kota Solo, hingga viral di media sosial. 

Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan menjadi korban penyerangan fisik secara brutal menggunakan senjata tajam oleh dua orang pria tidak dikenal saat sedang melintas di ruas Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Solo.

Kasus dugaan pembacokan yang terjadi pada Jumat dini hari (15/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB ini mencuat ke publik setelah korban mengunggah langsung kronologi kejadian ke grup Facebook Info Cegatan Solo (ICS), Senin (18/5/2026). 

Melalui unggahan tersebut, korban meminta bantuan netizen untuk mengenali wajah terduga pelaku dan bahkan menawarkan imbalan uang (sayembara) bagi siapa saja yang berhasil mengidentifikasinya.

Baca Juga: Geger Link Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1 di TikTok: Jangan Buru-Buru Klik, Ada Bahaya Mengintai!

Kronologi Kejadian

Berdasarkan penuturan korban di medsos, peristiwa mengerikan itu bermula ketika dirinya berkendara dan mulai menyadari sedang dibuntuti oleh dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik berwarna putih. 

Korban diikuti sejak melintas di kawasan Mangkubumen, tepatnya di depan SMA Muhammadiyah 2 Solo yang terletak di Jalan Yosodipuro.

Kedua pria misterius tersebut terus membayangi pergerakan korban hingga kendaraan memasuki kawasan Jalan Gatot Subroto, atau di sekitar area pertokoan Singosaren. 

Baca Juga: Kunjungi Polres Sragen, Polda Jateng Dorong Respons Cepat Layanan 110 Polri Berbasis Digital

Di lokasi itulah, kedua pelaku langsung melancarkan aksi penyerangan secara mendadak menggunakan senjata tajam jenis celurit atau sejenisnya.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka robek yang cukup parah.

Korban pun harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis darurat. 

Luka menganga sepanjang sekitar 10 sentimeter di tubuh korban dilaporkan membutuhkan sedikitnya 13 jahitan.

Hingga saat ini, korban mengaku sama sekali tidak mengetahui motif di balik penyerangan tersebut karena ia tidak merasa memiliki musuh ataupun terlibat masalah di jalan raya.

“Menawi enten sing kenal tiang niku. Kronologi ditutne sangking SMA Muhammadiyah 2 Surakarta dan melancarkan tindakan mbacok di Jalan Gatot Subroto. Saya terkena luka sepanjang 10 cm, 13 jahitan,” tulis korban dalam unggahan berbahasa Jawa di grup Info Cegatan Solo.

Baca Juga: Tim Pendamping Keluarga di Karanganyar Digelontor Insentif, Ada Misi Khusus yang Harus Mereka Kerjakan

Polisi Buru Pelaku

Kegaduhan di media sosial ini langsung mendapat respons cepat dari jajaran aparat penegak hukum Polresta Solo. 

Kapolresta Solo melalui Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan, yang diwakili oleh Wakasatreskrim AKP Warsena, membenarkan adanya laporan resmi terkait insiden kekerasan jalanan tersebut.

Menurut Warsena, korban telah membuat laporan polisi (LP) ke Mapolsek Serengan. 

Saat ini, tim gabungan dari Satreskrim Polresta Solo dan Unit Reskrim Polsek Serengan sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap tabir kasus ini.

“Iya betul ada laporan ke Polsek Serengan. Saat ini masih kami dalami dan pelaku dalam pengejaran,” tegas Warsena saat kepada awak media.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang kebetulan melintas di lokasi atau memiliki rekaman kamera dashboard (dashcam) serta CCTV yang merekam identitas maupun pergerakan sepeda motor matik putih pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.

"Kami mohon doanya agar pelaku segera terungkap," pungkas Warsena menutup keterangannya.

Editor : Syahaamah Fikria
#kekerasan jalanan #pembacokan #viral #klitih #polresta solo