RADARSOLO.COM – Publik Kota Solo digegerkan dengan informasi adanya aksi klitih yang terjadi di sekitar kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu), tepatnya dekat Matahari Singosaren, Serengan, Jumat (15/5) dini hari.
Polresta Solo memastikan kasus tersebut bukan klitih untuk melakukan aksi acak pada korbannya, melainkan dipicu kesalahpahaman antara korban dan pelaku di jalan raya.
Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani membenarkan, adanya kejadian tersebut. Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula sekira pukul 03.15 saat korban melintas dari arah utara menuju selatan.
Baca Juga: Suporter Persis Solo Kirim Pesan: Bertarunglah Sampai Titik Darah Penghabisan
Di kawasan simpang empat Pasar Beling, korban berpapasan dengan terduga pelaku yang mengendarai motor dari arah barat menuju utara.
Saat itu, pelaku disebut mengendarai sepeda motor terlalu melebar hingga hampir menyebabkan kecelakaan dengan korban. Keduanya sempat saling menoleh sebelum akhirnya pelaku berbalik arah dan mengejar korban.
“Menurut keterangan korban, pelaku kemudian mengejar sampai di dekat Matahari Singosaren,” jelas Lingga.
Setibanya di Jalan Gatot Subroto, pelaku diduga memukul bagian belakang helm korban menggunakan celurit kecil sebanyak dua kali. Setelah itu, pelaku menyayatkan senjata tajam tersebut hingga mengenai paha kanan korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sayatan sepanjang sekitar 10 sentimeter dan harus menjalani jahitan. Meski demikian, kondisi korban tidak sampai menjalani rawat inap. “Korban mengalami luka sayatan kecil dengan jahitan kurang lebih 10 sentimeter dan saat ini hanya menjalani rawat jalan,” katanya.
Usai kejadian, korban langsung menuju Polsek Serengan untuk melaporkan kasus tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Serengan bersama Satreskrim Polresta Surakarta.
Lingga juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat perlu diluruskan. Setelah dilakukan pendalaman, polisi menyebut peristiwa tersebut dipicu persoalan di jalan sebelum aksi penganiayaan terjadi.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut murni karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang sebelumnya sempat terjadi persoalan di jalan,” tegasnya.
Baca Juga: Teror Pembacokan Diduga Klitik di Kota Solo Bikin Was Was Warga, Ternyata Ini Kronologinya
Saat ini polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap identitas terduga pelaku. Proses pengejaran masih terus dilakukan oleh Polsek Serengan dengan dukungan Satreskrim Polresta Solo. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy