RADARSOLO.COM - Pedagang hewan kurban di Solo mulai mengamati perubahan pola pembelian masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Jika sebelumnya transaksi sudah ramai sejak jauh-jauh hari, kini mayoritas pembeli justru memilih memesan hewan kurban mendekati hari pelaksanaan.
Pedagang kambing di Semanggi Muh. Alim mengatakan, saat ini penjualan masih belum terlalu ramai.
Menurutnya, masyarakat kini lebih banyak membeli hewan kurban secara mendadak hingga H-1 Idul Adha.
Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tidak Lulus
“Pergerakan saat ini masih kurang greget karena sekarang banyak yang tahu pembelian biasanya mendadak H-1 atau H-2,” ujarnya, Kamis (21/5).
Dia menilai perubahan pola pembelian tersebut membuat pedagang harus lebih berhati-hati dalam mengelola stok ternak.
Selain menjaga kondisi hewan tetap sehat, penjual juga harus memastikan kualitas kambing tetap layak hingga hari penyembelihan.
“Penjual belum berani menerima pembeli terlalu awal karena hewan kurban itu riskan. Kadang ada yang batuk atau pilek, jadi pemeliharaannya harus hati-hati untuk menjaga kualitas hewan kurban,” terangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Alim menyiapkan sekira 300 ekor kambing setiap hari. Permintaan terbesar berasal dari lembaga sosial di Jakarta yang bisa memesan 100 hingga 200 ekor per hari.
“Kalau pembeli dari Solo kebanyakan dari instansi atau sekolah, biasa pesan sekira 15 hingga 25 ekor per lembaga,” imbuhnya.
Selain pembeli institusi, pesanan pribadi dari masyarakat juga mulai berdatangan.
Namun hingga saat ini sebagian besar pembeli masih memilih sistem pesan terlebih dahulu dan menitipkan hewan di kandang penjual hingga mendekati Idul Adha.
“Saat ini belum ada yang keluar karena masih tanggung jawab penjual untuk memelihara,” jelasnya.
Dari sisi harga, kambing yang paling banyak diminati berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Baca Juga: Bapemperda Kaji Pelepasan Aset untuk RS Adhyaksa di Solo
Menurut Alim, harga rata-rata yang paling laku berada di angka Rp 2,5 juta per ekor, sedangkan kambing dengan harga tertinggi mencapai Rp 3,5 juta.
“Tergantung kualitas hewannya juga, besar kecilnya,” tambahnya.
Sementara itu, peternak sekaligus pedagang sapi, Khasanah, mengaku penjualan sapi kurban tahun ini cukup baik.
Dia menyebut sebanyak 20 ekor sapi telah terjual dengan harga rata-rata sekira Rp 27 juta per ekor.
“Alhamdulillah sapi yang di kandang sudah laku 20 ekor. Sekarang tinggal sisa tiga ekor untuk kurban,” ujarnya.
Meski sudah terjual, sebagian besar sapi masih dititipkan di kandang hingga mendekati hari penyembelihan.
Terkait biaya pemeliharaan dan pakan, pembeli dikenai tambahan sekira Rp 500 ribu per ekor.
“Sapi yang sudah laku untuk kurban masih dititipkan di kandang kami satu ekornya biaya untuk ngasih pakan suket Rp 500 ribu per ekor,” tutupnya. (alf/nik)
Editor : fery ardi susanto