RADARSOLO.COM – Penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Masjid Agung Solo sempat mengalami keterlambatan pada Hari Raya Idul Adha, Jumat (27/5). Proses yang semula dijadwalkan berlangsung pagi hari baru dimulai sekitar pukul 09.30.
Meski demikian, penyembelihan tetap berjalan lancar sebelum rombongan Kirab Grebeg Besar Idul Adha Keraton Kasunanan Surakarta tiba di kawasan Masjid Agung Surakarta.
Secara resmi, sapi hibah dari Presiden Prabowo diserahterimakan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi kepada pengelola Masjid Agung Surakarta usai Salat Idul Adha.
Sapi jenis simental berbobot 1,08 ton tersebut disembelih bersama sejumlah hewan kurban bantuan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Kapolri, serta masyarakat lainnya.
“Alhamdulillah Surakarta rutin mendapat bantuan sapi kurban dari Presiden dan Wakil Presiden. Ada juga dari Ibu Titiek Soeharto, Kapolri, dan masyarakat lainnya. Harapannya ini berjalan lancar dan dibagikan pada yang berhak,” terang Respati.
Baca Juga: Pembacok di Gatsu Solo Ternyata Residivis yang Teror Tiga Wilayah, Ini Motifnya
Setelah prosesi serah terima, panitia mulai melakukan penyembelihan hewan kurban. Namun, sapi bantuan pemerintah disembelih belakangan karena menunggu kedatangan jagal profesional yang bertugas.
Takmir Masjid Agung Surakarta, Muhtarom, mengakui keterlambatan tersebut menjadi evaluasi bagi panitia.
Baca Juga: Petugas Gabungan Butuh 3 Jam Selamatkan Sapi Kurban yang Terperosok Parit di Selogiri Wonogiri
“Tadi tenaga profesionalnya datang terlambat. Biasanya kan kita mulai pukul 07.30 WIB, tadi terlambat sekali. Ini jadi catatan kita untuk ke depannya,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses penyembelihan sapi bantuan pemerintah baru dilakukan beberapa saat sebelum rombongan Kirab Grebeg Besar Idul Adha Keraton Kasunanan Surakarta tiba di Masjid Agung.
Meski dua agenda berlangsung hampir bersamaan, pelaksanaan penyembelihan maupun kirab budaya tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Selain proses penyembelihan, panitia juga mulai menerapkan penggunaan besek sebagai wadah pembagian daging kurban untuk mengurangi penggunaan plastik.
Namun, jumlah besek yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan distribusi daging.
“Beberapa kita sudah mencoba melakukan pengadaan besek, tetapi karena jumlahnya banyak belum mencukupi semuanya, jadi masih ada yang memakai kantong plastik,” ujar Muhtarom. (ves)
Editor : Kabun Triyatno