Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bukan Sekadar Bagi Daging, Mbak Wawali Solo Sebut Kurban Jadi Simbol Rantai Kebaikan Tanpa Sekat

Silvester Kurniawan • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:16 WIB
Wawali Solo Astrid Widayani kunjungi Masjid Darussalam Mojo, Rabu (27/5). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wawali Solo Astrid Widayani kunjungi Masjid Darussalam Mojo, Rabu (27/5). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Hari Raya Idul Adha di Kota Solo tidak pernah sekadar tentang ritual menyembelih hewan dan membagikan daging. Di balik riuhnya pelataran masjid dan gang-gang sempit perkampungan padat, ada denyut nadi gotong royong yang kembali berdetak kencang, menegaskan bahwa sekat-sekat individualisme perkotaan luluh oleh semangat kebersamaan.

Fenomena hangat inilah yang direkam oleh Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani saat berkeliling memantau langsung prosesi penyembelihan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Solo, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Sampai Hari Apa Batas Waktu Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 2026? Cek Jadwal Hari Tasyrik Terbaru

Sejak fajar menyingsing, harmoni kerja tanpa perintah langsung tercipta di tengah masyarakat. Kelompok pemuda tampak sigap menggelar terpal dan menyiapkan peralatan jagal. Di sudut lain, tawa renyah ibu-ibu kampung memecah suasana sembari jemari mereka cekatan menata kantong-kantong daging. Sementara itu, para sesepuh dengan teliti menyisir lembar demi lembar daftar penerima agar tak ada satu pun warga prasejahtera yang terlewat.

Siklus yang berjalan apik ini lahir dari kesadaran kolektif: bahwa Idul Adha adalah ruang sakral untuk merawat solidaritas sosial.

“Pelaksanaan kurban tahun ini luar biasa, penuh semangat kebersamaan. Kita menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat saling bantu tanpa memandang latar belakang. Ada yang menjagal, membersihkan lokasi, membungkus, hingga mengantarkannya langsung. Ini potret nyata nilai gotong royong yang menjadi fondasi kekuatan warga Solo,” tutur Astrid di sela-sela tinjauannya.

Baca Juga: Pembacok di Gatsu Solo Ternyata Residivis yang Teror Tiga Wilayah, Ini Motifnya

Di balik kesibukan yang melelahkan itu, terselip cerita tentang sebuah kampung yang bergerak layaknya satu keluarga besar. Ego dikesampingkan demi menjaga kualitas daging yang harus segera didistribusikan. Momentum tahunan ini pun berubah menjadi ajang silaturahmi bagi mereka yang sehari-harinya disibukkan oleh rutinitas pekerjaan.

Menariknya, Astrid menangkap sinyal positif dari masifnya keterlibatan generasi muda tahun ini. Remaja-remaja Solo tak segan bermandikan keringat, mulai dari mengangkut peralatan berat hingga mendatangi rumah ke rumah warga untuk mengantarkan paket kurban. Bagi perempuan yang akrab disapa Mbak Wawali ini, kehadiran anak-anak muda adalah jaminan bahwa nilai luhur ini tidak akan punah digilas zaman.

Baca Juga: Resep Sate Buntel Khas Solo Tanpa Bau Prengus, Cocok untuk Olahan Daging Kurban Idul Adha

"Kami sangat mengapresiasi anak-anak muda yang turun tangan di lingkungan masing-masing. Ini krusial, karena mereka adalah pemegang estafet yang akan menjaga budaya kepedulian sosial ini tetap hidup di masa depan," tambah Astrid.

Keindahan gotong royong warga Solo juga tecermin dari komitmen mereka terhadap kebersihan. Usai prosesi melelahkan itu selesai, warga kompak melakukan aksi bersih-bersih massal. Sisa limbah penyembelihan dikelola dengan tertib dan higienis agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Ketika paket-paket daging mulai berpindah tangan, setiap warga yang terlibat telah berhasil menjadi bagian dari rantai kebaikan yang lebih besar. Kurban pada akhirnya menjelma menjadi aksi nyata: hadir untuk sesama dengan meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian.

"Semoga api kebersamaan ini tidak padam setelah Idul Adha usai, melainkan terus menyala dalam kehidupan sehari-hari. Dengan gotong royong, seberat apa pun persoalan di Kota Solo akan jauh lebih mudah kita selesaikan bersama," pungkas Astrid optimistis.

Editor : Kabun Triyatno
#kolektif #gotong royong #idul adha #hewan kurban #solidaritas