Citra Solo Dipertaruhkan, Wali Kota Respati Minta Warga Terus Senggol Akun Resminya Jika Ketemu Jukir Nuthuk

Silvester Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 15:51 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi mengambil sikap tegas dan tanpa kompromi terhadap menjamurnya praktik premanisme terselubung di sektor perparkiran. Orang nomor satu di Solo ini memastikan Pemkot Solo bersama aparat kepolisian akan melibas habis para juru parkir (jukir) liar yang kedapatan memeras wisatawan maupun warga lokal.

Pernyataan keras ini dikeluarkan Respati menyusul keberhasilan tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Polsek Laweyan yang menciduk dua jukir liar bertarif mencekik di kawasan GOR Sritex, Sriwedari, baru-baru ini. Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah seorang netizen "menyenggol" akun media sosial wali kota terkait tarif parkir nuthuk hingga puluhan ribu rupiah.

Baca Juga: Diduga Depresi, Anak di Jatiyoso Karanganyar Nekat Tebas Dua Sapi Milik Orang Tuanya

“Saat ini kedua preman parkir yang meresahkan itu sudah diamankan oleh petugas di Polsek Laweyan. Keluhan warga yang masuk ke meja saya lewat media sosial langsung kami eksekusi di lapangan,” ujar Respati Ardi secara tegas, Kamis (28/5/2026).

Respati menggarisbawahi bahwa penertiban jukir liar bukan sekadar urusan penegakan aturan lalu lintas, melainkan taruhan terhadap citra Kota Solo sebagai kota wisata yang ramah dan nyaman. Ia memerintahkan seluruh jajaran OPD terkait untuk bergerak agresif dan tidak ragu menyikat jukir nakal yang nekat bermain di zona abu-abu.

Baca Juga: Jukir Liar GOR Sritex Solo Tertangkap Lagi , Lolos dari Jerat Pidana Hanya Diminta Wajib Lapor

Guna mempersempit ruang gerak para pelaku, Pemkot Surakarta akan terus menggandeng jajaran Polresta Surakarta untuk melakukan penindakan hukum di lapangan. Di sisi lain, partisipasi aktif warga melalui laporan digital dinilai menjadi senjata paling ampuh saat ini.

"Praktik premanisme berkedok parkir ini menjadi perhatian serius kami. Pemkot tidak ingin masyarakat dirugikan, apalagi sampai merusak citra baik Kota Solo. Jangan ragu, silakan langsung laporkan kepada saya jika menemukan jukir yang mematok harga di luar ketentuan resmi," imbuhnya.

Baca Juga: Mau ke Korea Selatan? Turis Indonesia Kini Bisa Masuk Tanpa Visa Mulai Hari Ini, Simak Syaratnya

Sebagai langkah jangka panjang untuk memutus urat nadi pungutan liar (pungli), Pemkot Surakarta tidak hanya mengandalkan operasi penangkapan. Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan, salah satunya dengan mempercepat migrasi sistem pembayaran parkir konvensional menuju sistem nontunai (cashless).

Selain itu, pembinaan dan pembekalan berkala terhadap seluruh jukir resmi di Kota Bengawan akan semakin diintensifkan. Jukir legal nantinya wajib menggunakan identitas khusus terintegrasi yang tidak bisa dipalsukan oleh oknum liar.

“Gong utamanya adalah kita ingin menghindari dan menghapus total pungli di jalanan. Yang terpenting bagi Pemkot adalah pelayanan kepada masyarakat berjalan prima, wisatawan merasa aman, dan tidak ada lagi kebocoran pendapatan daerah di sektor perparkiran,” pungkas Wali Kota Respati. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
media sosial jukir liar wisatawan pemkot solo premanisme