RADARSOLO.COM - Suasana kawasan Ngarsopuro, Solo tampak ramai dan penuh kehangatan warga yang memasak bersama merayakan Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5).
Tercatat ribuan tusuk sate, kambing guling, hingga menu gulai bisa dinikmati pengunjung, entah itu muslim maupun nonmuslim (nonis).
Panitia event Mayor Haristanto mengaku, kegiatan tersebut mengajak masyarakat untuk memperkuat toleransi dan silaturahmi melalui kuliner kurban.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk saling toleransi dengan cara menikmati daging kurban. Bisa menjadi sarana silaturahmi,” ujarnya.
Baca Juga: Demi Giliran Menggiling Daging Kurban Jadi Bakso, Rela Antre Sejak Subuh
Panitia menyiapkan sekira 1.000 tusuk sate serta gulai untuk dibagikan kepada masyarakat.
Uniknya, proses pembakaran dilakukan menggunakan gedebok pisang sebagai media pemanggang sate dan kambing guling.
Baca Juga: Sapi Kurban Lepas Lalu Masuk Parit Di Mojolaban Sukoharjo, Damkar Terjun Masalah Beres
Menurutnya, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi pelajar Kota Solo terkait praktik tata boga. Bisa juga untuk pembelajaran sosial kemasyarakatan.
“Kami berkolaborasi dengan beberapa sekolah swasta untuk praktek tata boga di sini. Kegiatan ini juga mengajarkan para siswa untuk lebih tergerak jiwa sosialnya,” bebernya. (alf/nik)
Editor : fery ardi susanto