Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berhadiah Total Jutaan Rupiah, Pemkot Solo Tantang Seniman Jalanan Garap Mural di Tembok Luar Gereja Purbayan

Silvester Kurniawan • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:04 WIB
Vabdalisme di tembok luar Gereja Purbayan. (M Ihsan/Radar Solo)
Vabdalisme di tembok luar Gereja Purbayan. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Ada cara unik yang dipilih Pemkot Solo dalam memeriahkan Hari Jadi ke-80 Pemkot Solo. Alih-alih menggelar selebrasi seremonial biasa, Pemkot Solo bersiap menyulap ruang publik menjadi simbol toleransi yang hidup melalui kompetisi mural bertema Harmony of Solo pada 10-11 Juni mendatang.

Lokasi yang dibidik terbilang sangat tidak biasa dan sarat makna toleransi, yakni memanfaatkan tembok bagian luar kompleks Gereja Katolik St. Antonius Purbayan yang membentang di tepi Jalan Sugiyopranoto, Solo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Mareta Dinar Cahyono menegaskan bahwa pemilihan dinding rumah ibadah umat Kristiani ini sangat selaras dengan napas keberagaman, keharmonisan, dan toleransi antarumat beragama yang menjadi identitas kuat Kota Bengawan.

Baca Juga: Setop Sistem Open Dumping Putri Cempo, Pemkot Solo Siapkan Perwali Sampah Berbasis Profit untuk Warga

"Kami telah menyisir beberapa titik, dan lokasi di tembok Gereja Purbayan ini adalah yang paling pas serta selaras dengan tema harmoni. Momentumnya juga tepat karena pihak gereja ternyata memang memiliki rencana serupa. Akhirnya, program ini kita kolaborasikan di sana," ujar Mareta, Jumat (29/5).

Kawasan Jalan Sugiyopranoto dipilih karena jalurnya yang padat lalu lintas dan menjadi rute utama bagi anak-anak sekolah. Melalui seni jalanan ini, Pemkot Solo ingin menyuntikkan nilai-nilai edukasi kebinekaan secara visual dan langsung kepada masyarakat, terutama generasi muda yang saban hari lalu lalang di kawasan tersebut.

Mareta juga memastikan bahwa langkah ini telah mengantongi lampu hijau dan tidak menabrak regulasi pelestarian sejarah.

Baca Juga: Pria Telanjang Terekam CCTV Berkeliaran di Gondangrejo Karanganyar

"Kami sudah melakukan konfirmasi, dinding pembatas area luar itu tidak masuk dalam struktur Bangunan Cagar Budaya (BCB). Yang masuk cagar budaya adalah bangunan utama gerejanya. Jadi, ini tidak menyalahi aturan. Nilai plusnya, tembok yang selama ini kerap menjadi korban vandalisme coretan liar akan tampak jauh lebih estetik dan indah," imbuhnya.

Kompetisi estetik ini terbuka untuk umum, baik secara individu maupun berkelompok dengan anggota maksimal 5 orang per tim. Sebelum memegang kuas di lokasi, para peserta wajib melewati fase kurasi ketat dengan mengirimkan draf desain awal ke panitia.

Baca Juga: Bukan Hanya Mengurangi Limbah Pakaian, RE3 FOR-E PNM Turut Mengalirkan Manfaat bagi Usaha Nasabah Laundry

Dari seluruh draf yang masuk, tim kurator hanya akan meloloskan 10 desain terbaik yang berhak mengeksekusi karyanya langsung di tembok Gereja Purbayan. Pemkot Solo pun telah menyiapkan stimulus berupa hadiah uang tunai senilai Rp7,5 juta untuk juara pertama, Rp5 juta untuk juara kedua, dan Rp2,5 juta untuk peringkat ketiga.

"Kami buka pengiriman desain terlebih dahulu. Setelah disaring menjadi 10 besar, pengerjaan di lokasi akan digulirkan pada 10-11 Juni. Sementara untuk pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dipentaskan tepat pada puncak Hari Jadi Pemkot Surakarta, 16 Juni 2026," urai Mareta.

Diwawancarai terpisah di Balaikota Surakarta, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani membenarkan bahwa lomba mural ini merupakan bagian dari cetak biru penataan estetika kota melalui aktivitas kepemudaan yang positif.

Mbak Wawali berharap, coretan indah Harmony of Solo tersebut tidak hanya mempercantik tata kota, tetapi juga menjadi pengingat yang kuat tentang akar budaya masyarakat Solo yang cinta damai dan menghargai perbedaan. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#kolaborasi #pemkot solo #Gereja Purbayan #mural #ruang publik