RADARSOLO.COM – Puluhan pelaku usaha kuliner di Kampung Wisata Batik Kauman, Pasar Kliwon, Solo ketiban berkah.
Mereka mendapat bekal untuk memasarkan produknya melalui pelatihan artificial intelligence (AI) dan fotografi, Selasa (2/6).
Harapannya, produk-produk mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengurus Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan menjelasan, pelatihan ini diharapkan meningkatkan kualitas produk kuliner khas di sana melalui kemasan promosi yang ciamik agar mampu menjadi daya tarik wisatawan.
Baca Juga: Kunjungan Wisata Kampung Batik Kauman Menurun, Pelaku Usaha Harap Terobosan Baru
“Kauman tidak hanya dikenal sebagai kampung batik, tetapi juga memiliki potensi sebagai kawasan wisata kuliner halal. Kuliner khas di sini ada ampyang, balung kethek, rengginan, dan berbagai kleman. Kalau pelaku usaha muda, produknya seperti donat dan kopi,” jelas Gunawan.
Harus diakui, selama ini pemasaran produk masih mengandalkan cara konvensional, dan hanya dibantu dengan promo melalui WhatsApp (WA).
Meski pun ada segelintir pelaku usaha yang sudah memanfaatkan promosi via media sosial atau konten digital.
Baca Juga: Kampung Batik Kauman Solo Jadi Magnet Wisatawan Luar Daerah, Ini Daya Tariknya
Lurah Kauman Indrijanto Agus Nugroho mengaku sejak 2022 wilayahnya ditetapkan sebagai salah satu pusat kuliner halal.
“Pendekatan persuasif dilakukan agar identitas Kauman sebagai sentra kuliner halal tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, pelatihan menghadirkan dosen UNS Prodi D4 Desain Media Digital Hermansyah Muttaqin.
“Selama ini para pelaku UMKM hanya konsen pada proses produksi, namun tidak punya waktu mempelajari teknik fotografi, videografi, maupun penggunaan aplikasi berbasis AI. Harapannya, setelah ini mereka bisa promosi lewat Instagram, TikTok, bahkan punya website sebagai katalog produk,” jelasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto