Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Raya Siaga Suro! Polisi Kumpulkan Bos Perguruan Silat, Haramkan Konvoi Jelang Pengesahan Anggota Baru

Antonius Christian • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:28 WIB
Pentolan perguruan silat tanda tangan jaga kondusivitas malam 1 Sura. (A Christian/Radar Solo)
Pentolan perguruan silat tanda tangan jaga kondusivitas malam 1 Sura. (A Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Menjelang tibanya bulan Suro atau 1 Muharam yang kerap diwarnai dengan ritual pengesahan anggota baru organisasi pencak silat, jajaran kepolisian di wilayah hukum eks-Karesidenan Surakarta langsung memasang barikade keamanan. Langkah preventif skala besar ini diambil demi mengunci situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap steril dari potensi tawuran dan gesekan massal.

Guna menyamakan frekuensi dan meredam ego sektoral, Polresta Surakarta bersama seluruh polres di wilayah Solo Raya mengumpulkan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta para ketua perguruan silat dalam sebuah forum koordinasi ketat, Kamis (4/6).

Pertemuan taktis ini menjadi krusial mengingat agenda puncak pengesahan anggota baru dijadwalkan bakal serentak bergulir pada Selasa, 16 Juni 2026 mendatang.

Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit, 75 Bhabinkamtibmas Polres Wonogiri Ikuti Skrining TB Paru

“Kegiatan ini merupakan inisiasi bersama para kapolres se-Solo Raya. Kita tahu agenda Suro memiliki historis kerawanan yang tinggi. Melalui forum ini, kami meminta peran aktif IPSI dan pimpinan perguruan untuk langsung turun ke bawah menyelesaikannya jika ada riak-riak konflik di internal maupun antarorganisasi,” tegas Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani, Kamis (4/6).

Lingga memaparkan, salah satu pemantik utama yang paling sering memicu bentrokan fisik di lapangan adalah perang urat syaraf dan penyebaran konten provokatif di media sosial. Oleh karena itu, para tokoh silat didesak menjadi filter utama guna mengedukasi para pesilat muda agar tidak mudah tersulut isu hoaks.

Baca Juga: Diperiksa Selama 8 Jam, Pengiriman Sate Ayam pada H-1 Kematian Warga Desa Sindon Boyolali Diawasi agar Tak Kabur

Selain memantau ruang siber, aparat kepolisian secara tegas menyoroti perilaku berkendara para simpatisan di jalan raya. Ada dua poin pelanggaran hukum yang dipastikan akan ditindak secara represif oleh petugas gabungan di lapangan. 

Larangan keras melakukan arak-arakan massa atau konvoi roda dua lintas wilayah kabupaten/kota. Penindakan langsung terhadap kendaraan tak standar serta penyitaan atribut yang memicu sentimen kelompok lain. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Naga: Mengungkap Fakta Arkeologi dan Catatan Penampakan di Era Kekaisaran Tiongkok

“Kami sudah sampaikan garis tegas kepada seluruh ketua perguruan agar meminimalkan atau bahkan meniadakan kegiatan yang memicu konflik horizontal di lapangan, termasuk konvoi kendaraan. Kami ingin seluruh rangkaian acara sakral ini berjalan khidmat, tertib, dan tidak mengganggu hak kenyamanan masyarakat umum,” timpal Lingga.

 

Sebagai komitmen penutup, forum strategis tersebut diakhiri dengan pembacaan ikrar deklarasi damai serta penandatanganan dokumen komitmen bersama oleh seluruh perwakilan perguruan silat se-Solo Raya. (atn)

Melalui kesepakatan hitam di atas putih ini, para pimpinan perguruan silat secara hukum moral menyatakan siap bertanggung jawab menjaga persatuan, menolak segala bentuk provokasi, serta mendukung penuh tindakan tegas kepolisian terhadap oknum anggota yang nekat melanggar aturan hukum selama bulan Muharam. 

Editor : Kabun Triyatno
#gesekan massal #konflik #pencak silat #kamtibmas #tawuran