RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggandeng perguruan tinggi swasta untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan kampus dan sekitarnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan kampus memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus menjadi contoh penerapan tata kelola sampah yang berkelanjutan.
"Kami sepakat persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu. Mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pengolahan dengan metode yang ramah lingkungan seperti biopori dan berbagai inovasi lainnya," ujarnya usai public hearing bersama civitas akademika, Kamis (4/6/2026).
Menurut Respati, para pimpinan perguruan tinggi swasta di Solo telah menyatakan komitmen untuk terlibat langsung dalam penyusunan dan pelaksanaan sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
Keterlibatan kampus tersebut juga menjadi bagian dari proses penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang tata kelola sampah yang saat ini tengah difinalisasi Pemkot Solo.
Respati menjelaskan regulasi baru itu tidak hanya mengatur larangan maupun kewajiban masyarakat, tetapi juga mendorong pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.
"Yang diatur dalam perwali ini tidak semata-mata larangan. Ada nilai ekonomis dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dari pengelolaan sampah yang baik," katanya.
Pemkot berencana mengumumkan secara resmi kebijakan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni.
Baca Juga: Ingin Kerja Migran Secara Legal, Disperinaker Sukoharjo Buka Layanan Konsultasi
Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Solo Ari Taufiq, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, kampus siap menjadi bagian dari solusi persoalan sampah melalui pengembangan sistem pengolahan sampah terpadu.
Pihaknya berencana mengembangkan bank sampah, pengolahan sampah organik dan nonorganik, serta pemanfaatan lahan tidak produktif untuk mendukung pengelolaan limbah secara mandiri.
"Kami ingin sampah organik, nonorganik, hingga residu dapat dikelola lebih baik sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA Putri Cempo," ujarnya.
Selain pengolahan sampah, perguruan tinggi juga akan mendorong peningkatan literasi lingkungan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar agar budaya memilah dan mengurangi sampah dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Solo berharap pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia pendidikan dan masyarakat secara lebih luas. (ves)
Editor : Kabun Triyatno