RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi berkomitmen memperluas pemasaran Batik Ciprat Mas Danu, karya warga penyandang gangguan jiwa (ODGJ) di Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan. Produk tersebut akan dipromosikan melalui berbagai event dan platform pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Komitmen itu disampaikan Respati saat meninjau langsung kegiatan produksi Batik Ciprat Mas Danu di RT 03 RW 08 Kelurahan Danukusuman, Jumat (5/6).
Dalam kunjungannya, Respati menyaksikan proses membatik yang dilakukan warga dengan riwayat gangguan kesehatan mental. Ia menilai karya yang dihasilkan memiliki nilai seni sekaligus nilai sosial karena menjadi bagian dari proses pemberdayaan dan pemulihan para perajin.
"Semangat mereka luar biasa. Warga yang sebelumnya memiliki kondisi tertentu sekarang mampu menghasilkan karya yang bernilai dan produktif," ujarnya.
Menurut Respati, motif abstrak yang dihasilkan melalui teknik ciprat memiliki karakter khas yang tidak mudah ditiru. Selain menjadi produk UMKM, aktivitas membatik juga dinilai memberikan manfaat sebagai sarana terapi dan penguatan kepercayaan diri bagi para peserta.
Pemkot Surakarta berencana melibatkan Batik Ciprat Mas Danu dalam berbagai kegiatan promosi, termasuk ajang Suaraga Fest yang akan digelar di Taman Balekambang pada awal Juli mendatang.
Baca Juga: Susul Mapel Batik, DPRD Beri Lampu Hijau Usulan Sejarah Kota Solo Jadi Pelajaran Formal Sekolah
"Produk ini akan kami dorong agar semakin dikenal luas. Kami ingin Batik Ciprat Mas Danu bisa dipamerkan dalam berbagai event dan menjangkau pasar yang lebih besar," katanya.
Selain melalui pameran, Pemkot juga akan membantu promosi produk melalui berbagai kanal pemasaran digital dan marketplace untuk meningkatkan akses pasar bagi para perajin.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Danukusuman Putut Kristiawan menjelaskan Batik Ciprat Mas Danu merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mulai berjalan sejak pertengahan 2025.
Program tersebut dirancang sebagai sarana terapi sekaligus upaya meningkatkan produktivitas warga dengan gangguan kesehatan mental melalui kegiatan ekonomi kreatif.
"Sudah banyak karya yang dihasilkan dan mulai mendapat pesanan dari berbagai pihak. Bahkan batik ini juga digunakan sebagai seragam Kelurahan Danukusuman sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan ini," ujarnya.
Putut berharap dukungan pemerintah dapat membantu memperluas pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan program yang selama ini dijalankan bersama masyarakat setempat. (ves)
Editor : Kabun Triyatno