RADARSOLO.COM - Kota Bengawan bersiap mempercantik wajah wisata sejarah dan budayanya. Pemerintah Kota Solo bakal merevitalisasi tiga destinasi budaya ikonik setelah mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran revitalisasi yakni Museum Keris Nusantara, Museum Radya Pustaka, dan nDalem Joyokusuman. Pengerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun.
Kepala UPTD Museum Solo, Bonita Rintyowati mengatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembenahan bangunan, tetapi juga peningkatan pengalaman wisatawan saat berkunjung. Langkah tersebut diharapkan semakin menguatkan citra Solo sebagai kota budaya dan destinasi wisata sejarah.
“Seluruh pekerjaan harus selesai tahun ini. Jadi memasuki tahun baru nanti masyarakat sudah bisa menikmati wajah baru museum dan destinasi budaya tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Mulai Meriah, Polresta Solo Siapkan Nobar Gratis, Warga Bisa Datang Bebas
Menurut Bonita, anggaran Rp 7,5 miliar akan dibagi untuk tiga lokasi dengan mempertimbangkan kebutuhan prioritas masing-masing. Pemerintah berharap pembenahan tersebut memberi dampak signifikan terhadap tampilan sekaligus fungsi bangunan.
Di Museum Keris Nusantara, revitalisasi akan menyasar sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Selain itu, alur kunjungan serta penyajian informasi kepada pengunjung juga akan diperbarui agar lebih menarik dan mudah dipahami.
Baca Juga: Ditinggal Nonton Bola, Peternak di Karanganyar Kaget Kandang Ayamnya Ludes Dilalap Api
Sementara di Museum Radya Pustaka, pembenahan dilakukan pada sisi fisik bangunan dan tata pamer koleksi. Perbaikan meliputi penggantian lantai, penataan ulang ruang pamer, hingga pembangunan lantai mezanin di gedung bagian belakang.
Lantai tambahan itu nantinya dimanfaatkan sebagai ruang perpustakaan, ruang ramah anak, ruang pertemuan, hingga area penyimpanan koleksi. Kehadiran storage baru dinilai penting untuk mendukung rotasi koleksi sehingga benda bersejarah yang dipamerkan dapat berganti secara berkala.
“Dengan adanya storage yang memadai, koleksi yang ditampilkan bisa lebih variatif sesuai tema yang diangkat,” jelas Bonita.
Sementara itu, nDalem Joyokusuman diproyeksikan menjadi pusat penguatan konsep pariwisata Solo sebagai “The Spirit of Java”. Penataan difokuskan pada kawasan lingkungan dan interior bangunan tanpa mengubah struktur utama yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Konsep yang diusung adalah menghadirkan nuansa “Kampung Jawa” yang autentik sehingga wisatawan dapat langsung merasakan atmosfer budaya khas Solo sejak memasuki kawasan tersebut.
Bonita berharap revitalisasi ini mampu mengubah pola kunjungan wisatawan yang selama ini lebih banyak berburu kuliner dan spot swafoto. Menurutnya, wisata sejarah dan budaya juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas Kota Solo.
“Harapannya wisatawan bisa lebih mengenal sejarah dan budaya Solo. Jika memiliki pengalaman yang berkesan, mereka akan tertarik untuk kembali berkunjung,” pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy