RADARSOLO.COM – Pemkot Solo tengah menyiapkan penerapan aturan baru pengelolaan sampah yang akan mewajibkan penguatan penanganan sampah dari sumbernya. Menjelang terbitnya peraturan wali kota (perwali) tersebut, kampanye pilah sampah terus digencarkan kepada masyarakat di berbagai ruang publik.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Kota Solo. Karena itu, edukasi terus dilakukan agar warga mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Masyarakat harus kita edukasi luas dari awal untuk menangani sampah dari hulu. Yang paling sederhana adalah membedakan sampah yang bisa busuk dan yang tidak bisa busuk,” kata Respati saat kampanye pilah sampah di Solo Car Free Day, Minggu (7/6).
Menurutnya, perwali yang segera diterbitkan tidak hanya mengatur tata kelola sampah dari hulu hingga hilir, tetapi juga membuka peluang keterlibatan kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Setelah regulasi diterapkan, pemerintah kota akan mendorong terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan sampah. Skema tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan kegiatan padat karya di tingkat wilayah.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Barang Hasil Mark Up Dadan Hindayana cs Sudah Terlanjur Didistribusikan
Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo. Sejumlah wilayah mulai menunjukkan hasil positif. Produksi sampah dari Maret hingga Mei 2026 tercatat turun 42 persen di Mojosongo, 35 persen di Kadipiro, 26 persen di Nusukan, dan 24 persen di Banyuanyar.
“Harapannya setelah perwali terbit, seluruh kelurahan di Surakarta mampu mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo,” tegas Respati.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho menambahkan, penguatan pengelolaan sampah berbasis wilayah akan melibatkan masyarakat, akademisi, hingga pihak profesional agar penanganan sampah dari sumbernya berjalan lebih optimal. (ves)
Editor : Kabun Triyatno