RADARSOLO.COM – Sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo sempat menghentikan operasional sejak 25 Mei 2026 akibat belum memenuhi standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Dari jumlah tersebut, empat SPPG kini telah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Wakil Satgas MBG Kota Solo Purwanti membenarkan penghentian sementara operasional delapan SPPG tersebut. Menurutnya, seluruh dapur yang disuspensi terkendala pemenuhan standar IPAL yang menjadi salah satu syarat operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Delapan SPPG itu disuspensi karena IPAL yang dimiliki belum sesuai standar yang dipersyaratkan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: 28 SPPG di Wonogiri Berhenti Sementara, 60 Ribu Penerima Manfaat Terdampak
Delapan SPPG yang sempat dihentikan operasionalnya meliputi SPPG Banjarsari Banyuanyar 1, SPPG Laweyan Penumping 3, SPPG Laweyan Penumping 1, SPPG Banjarsari Timuran, SPPG Jebres Gandekan, SPPG Joyontakan 2, SPPG Jebres Purwodiningratan, dan SPPG Banjarsari Banyuanyar 2.
Dari jumlah tersebut, empat SPPG telah dicabut status suspensinya dan kembali diizinkan beroperasi. Keempatnya adalah SPPG Banjarsari Banyuanyar 1, SPPG Laweyan Penumping 3, SPPG Laweyan Penumping 1, serta SPPG Banjarsari Timuran.
“Empat unit SPPG ini sudah dicabut suspensinya karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BGN,” kata Purwanti.
Sementara itu, tiga SPPG lainnya, yakni SPPG Jebres Gandekan, SPPG Joyontakan 2, dan SPPG Jebres Purwodiningratan, masih menjalani proses pengajuan pencabutan suspensi. Adapun SPPG Banjarsari Banyuanyar 2 saat ini masih dalam tahap pembangunan IPAL sesuai standar yang berlaku.
“Jadi dari delapan SPPG yang sebelumnya berhenti operasional, empat sudah kembali beroperasi,” imbuhnya.
Terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi membenarkan adanya sejumlah SPPG yang sempat disuspensi akibat belum melengkapi persyaratan terkait IPAL. Menurutnya, pengawasan terhadap operasional dapur MBG akan terus diperketat guna memastikan standar higienitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Meski demikian, Respati mengapresiasi komitmen pengelola SPPG yang telah melakukan perbaikan sehingga sebagian dapur kini dapat kembali melayani penerima manfaat program MBG.
“Ini program yang dinanti masyarakat. Karena itu, komitmen terhadap higienitas dan standar pelayanan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Pemkot Surakarta juga akan terus mengawal pemenuhan standar operasional seluruh SPPG sebagai bagian dari komitmen mewujudkan program MBG yang aman dan berkualitas. Langkah tersebut sejalan dengan target Solo Zero Accident yang dicanangkan sejak program nasional tersebut mulai dijalankan.
Editor : Kabun Triyatno