Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Komisi IV DPRD Solo Soroti Rusa Makan Sampah di Sriwedari, Minta Pemkot Benahi Kebersihan dan Pakan

Antonius Christian • Selasa, 9 Juni 2026 | 08:29 WIB
JADI SOROTAN: Komisi IV DPRD Surakarta memberi makan rusa-rusa Sriwedari, Jumat (24/2/2023). Sayangnya, masih ada rusa yang luput dari pantauan penjaga dan memakan sampah. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
JADI SOROTAN: Komisi IV DPRD Surakarta memberi makan rusa-rusa Sriwedari, Jumat (24/2/2023). Sayangnya, masih ada rusa yang luput dari pantauan penjaga dan memakan sampah. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Fenomena viral rusa di kawasan Taman Sriwedari yang terlihat memakan sampah mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kota Solo. Dewan menilai kejadian tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan kebersihan kawasan dan pemenuhan kebutuhan pakan satwa masih perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan, rusa-rusa yang berada di Sriwedari saat ini memang dilepasliarkan sehingga secara naluriah akan mencari berbagai sumber makanan di sekitarnya.

“Rusa itu memang dilepasliarkan sehingga dia akan mencari segala sesuatu yang bisa dimakan. Kebetulan menemukan sampah lalu dimakan. Ini menjadi catatan bahwa kebersihan kawasan Sriwedari masih perlu dievaluasi. Kalau lingkungannya bersih, tentu tidak ada sampah yang bisa dimakan,” ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Lengkap 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026,Hari Ini: Persemar Martapura, Cimahi United, PS Badung, 757 Kepri Jaya, Persibangga Purbalingga dan PSP Padang Siap Tebar Ancaman

Menurut Sugeng, persoalan utama bukan terletak pada perilaku rusa, melainkan pada kondisi lingkungan yang masih memungkinkan adanya sampah berserakan di area konservasi tersebut.

Selain kebersihan, dia juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan pakan rusa setiap hari.

Menurutnya, jika kebutuhan makanan tercukupi, rusa tidak akan mencari makanan lain yang berpotensi membahayakan kesehatannya.

“Pemkot harus memberikan asupan makanan yang cukup sehingga rusa merasa kenyang. Kalau kebutuhan pakannya terpenuhi, peluang rusa mencari makanan di luar pakan utamanya tentu bisa diminimalkan,” katanya.

Baca Juga: Wonogiri Masuk 10 Besar Hasil TKA SD di Jateng, Peringkat Kedua se-Solo Raya

Sugeng menilai keberadaan rusa di Sriwedari sejauh ini justru memberikan nilai edukasi sekaligus menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat. Banyak pengunjung datang untuk melihat hingga memberi makan rusa secara langsung.

“Kalau dilihat, masyarakat senang berinteraksi dengan rusa-rusa itu. Dari sisi konservasi berjalan, sisi edukasi juga berjalan. Tinggal pemerintah memastikan kebersihan dan sanitasi kawasan Sriwedari benar-benar optimal sehingga tidak ada lagi sampah yang berserakan,” jelasnya.

Baca Juga: Jadwal Liga 4 Nasional, 9 Juni: 32 Besar Piala Presiden Memanas, Wahana FC, Persibangga, Makassar Diri dan Persma Manado Bidik Kemenangan

Dia menambahkan, warga sekitar selama ini juga kerap membawa pakan alami seperti ketela untuk diberikan kepada rusa. Hal itu dinilai menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberadaan satwa tersebut.

Terkait kesehatan rusa, Sugeng meminta adanya pemeriksaan rutin agar kondisi satwa tetap terpantau dengan baik.

“Yang penting ada pemeriksaan kesehatan rutin. Selama secara fisik rusa-rusa itu sehat, saya kira tidak ada masalah. Selain itu aspek edukasi dan pariwisata juga tetap bisa berjalan karena banyak masyarakat yang ingin datang untuk berinteraksi dengan rusa,” tambahnya.

Baca Juga: Profil Lengkap Fu Zi Chun, Aktor Taiwan yang Meninggal Usai Liburan Romantis di Bali: Dikenal Kebal Skandal dan Bersahaja

Mengenai wacana pemindahan rusa ke lokasi lain seperti Taman Balekambang atau kebun binatang, Sugeng menilai langkah tersebut belum menjadi solusi utama. Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya adalah memperbaiki sistem pengelolaan kebersihan kawasan Sriwedari.

“Kalau dipindah tentu ada banyak pertimbangan. Dulu rusa-rusa itu juga pernah berasal dari Balekambang dan sekarang sudah beradaptasi dengan lingkungan Sriwedari. Tinggal dievaluasi sisi pengelolaan sampahnya,” katanya.

Baca Juga: Persija Jakarta Siap Bajak Pemain Terbaik Super League milik Borneo FC: Gagal Juara, Pesut Etam Bongkar Total Skuad, Penggawa Timnas Juga Dilepas di Bursa Transfer Liga 1

Dia menegaskan bahwa rusa tetap membutuhkan ruang hidup yang layak, makanan cukup, kesehatan terjaga, serta kesempatan berkembang biak dengan baik. Karena itu, pemerintah diminta lebih serius dalam membenahi pengelolaan kawasan.

“Yang paling pokok adalah evaluasi pengelolaan sampah. Kebersihan kawasan harus ditingkatkan dan kebutuhan pakan rusa harus dipastikan tercukupi. Kalau dua hal itu bisa dilakukan, saya kira persoalan rusa makan sampah tidak akan terulang lagi,” tegas Sugeng. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#Taman Sriwedari #solo #fenomena #dprd #rusa