Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Heboh Teror Pocong Keliling Kampung di Solo, Polisi Ungkap Fakta Ini

Antonius Christian • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:53 WIB
Tiga pemuda pocong jadi-jadian diamankan di Polresta Solo. (A Christian/Radar Solo)
Tiga pemuda pocong jadi-jadian diamankan di Polresta Solo. (A Christian/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Misteri di balik video dugaan teror pocong yang sempat viral dan menghebohkan warga Solo akhirnya terkuak. Setelah melakukan penyelidikan, Polresta Solo memastikan peristiwa tersebut bukan aksi teror maupun tindak pidana, melainkan bagian dari simulasi pengujian mental dalam kegiatan pendadaran perguruan pencak silat.

Meski tidak ditemukan unsur pidana, tiga orang yang terlibat dalam video viral itu tetap diamankan dan dimintai klarifikasi karena aksi mereka dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan menjelaskan, pihaknya telah meminta keterangan dari tiga orang berinisial DRA, SM, dan SR yang terekam dalam video di kawasan SD Negeri 80 Ngoresan, Jalan Kartika, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Baca Juga: Heboh Video Rombongan yang Diduga Pengemis Sengaja Disebar di Rowo Jombor Klaten, Citra Wisata Bisa Rusak

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut bermula pada Jumat dini hari (6/6) sekitar pukul 01.15 WIB saat berlangsung kegiatan pendadaran salah satu perguruan pencak silat di kawasan Kuburan Bibitan. Dalam rangkaian kegiatan itu terdapat simulasi pengujian mental bagi peserta yang akan mengikuti pendadaran.

DRA berperan mengenakan kain putih menyerupai pocong sebagai bagian dari skenario yang telah disiapkan panitia. Sementara SR bertindak sebagai penumpang dan SM mengendarai sepeda motor yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Setelah sesi pengujian mental selesai, para peserta melanjutkan kegiatan mencari makan dan minum. Ketiga orang tersebut mengikuti dari belakang dan masih mengenakan atribut yang digunakan saat simulasi.

Baca Juga: Niat Hati Mengirim Makanan Dari Jendela Kamar, Ternyata Kakak Perempuan Sudah Menjadi Mayat

Dalam perjalanan, mereka sempat berpapasan dengan sejumlah siswa sebelum berputar arah menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam. Momen itulah yang kemudian direkam warga dan menyebar luas di media sosial hingga memunculkan dugaan adanya aksi teror pocong di kawasan tersebut.

“Dari hasil klarifikasi, tujuan kegiatan tersebut sama sekali bukan untuk meneror ataupun meresahkan masyarakat. Mereka juga tidak memiliki maksud membuat konten terkait teror pocong. Motifnya hanya sebagai bagian dari pengujian mental dalam pelaksanaan pendadaran beladiri,” ujar Derry.

Baca Juga: Mondar-Mandir Di Musala Luwes Gentan, Ternyata Maling Uang Kotak Amal

Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi adanya rencana kejahatan ataupun upaya sengaja menciptakan keresahan publik. Namun, penggunaan atribut menyerupai pocong di ruang publik pada malam hari dinilai dapat memicu kesalahpahaman dan kepanikan masyarakat.

Karena itu, Polresta Surakarta tetap memberikan pembinaan kepada ketiganya agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai tindak lanjut, DRA, SM, dan SR diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Selain itu, mereka juga dikenai sanksi wajib lapor sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan.

“Kami melaksanakan pembinaan terhadap yang bersangkutan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Mereka juga dikenai wajib lapor,” tegas Derry.

Polresta Surakarta sekaligus mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Warga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan keresahan atau gangguan kamtibmas, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. (atn)

Editor : Kabun Triyatno
#keresahan publik #teror pocong #simulasi #kuburan #pencak silat