RADARSOLO.COM – Piala Dunia 2026 akan dibuka Kamis (11/6) di tiga negara berbeda, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Meski Indonesia tidak lolos hajatan akbar sepak bola sejagat tersebut, euforianya sudah terasa di berbagai wilayah.
Tak terkecuali Kota Solo, tepatnya di Museum Titik Nol, Rabu (10/6).
Puluhan siswa SDN Nayu Barat 1 mengunjungi Museum Titik Nol Solo, untuk mengenal lebih dekat sejarah sepak bola nasional sekaligus menyambut Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Dua Pengedar Sabu Asal Solo Ditangkap di Slogohimo Wonogiri
Menariknya, Wali Kota Solo Respati Ardi ikut nimbrung dalam outing class tersebut.
Usai keliling museum dan melihat berbagai koleksi sejarah sepak bola, Respati berniat menghidupkan kembali kompetisi sepak bola amatir.
Ini bentuk komitmen pemkot dalam pembinaan pemain sejak usia dini.
Baca Juga: Milo Resmi Tinggalkan Persis Solo, Pesan Perpisahan Bikin Haru
“Kami ingin hidupkan liga amatir. Tidak ada pemain profesional seperti Ronaldo dan Messi, tanpa ada liga amatir. Solo punya banyak lapangan. Mari kawal bersama liga amatir usia dini,” kata Respati.
Respati menambahkan, pembinaan pemain harus dilakukan berkelanjutan sejak usia dini. Sebagai upaya mencetak pemain berkualitas yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
“Kalau ingin masuk Piala Dunia, pembibitan pemain harus dari awal. Klub harus melibatkan pendidikan pemain usia dini. Tidak bisa instan langsung juara. Harapan untuk anak-anak, supaya bisa masuk liga profesional ke depannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Solo siapkan lokasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Sayangnya, belum diketahui titik-titik yang ditunjuk.
“Di Solo nanti ada space nobar. Titiknya masih rahasia, supaya teman-teman UMKM tambah laris,” bebernya.
Sementara itu, selama outing class siswa SDN Nayu Barat 1 sempat berswafoto di depan 48 bendera negara kontestan Piala Dunia 2026.
“Anak-anak antusias kunjungi Museum Titik Nol Solo, dalam rangka mendukung Piala Dunia. Kami ingin mengenalkan sejarah sepak bola di Indonesia kepada anak-anak, supaya mereka terinspirasi,” ujar Kepala SDN Nayu Barat 1 Wahyu Ratnawati. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto