Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Normalisasi Drainase Samanhudi Dilanjutkan, Bangunan di Atas Sungai Dibongkar

Silvester Kurniawan • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:19 WIB
Drainase Jalan KH Samanhudi dibongkar untuk dinormalisasi. (M Ihsan/Radar Solo)
Drainase Jalan KH Samanhudi dibongkar untuk dinormalisasi. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo  kembali melanjutkan proyek normalisasi drainase di kawasan Jalan KH Samanhudi, Kecamatan Laweyan. Proyek senilai lebih dari Rp 5 miliar tersebut dibarengi dengan pembongkaran sejumlah bangunan yang berdiri di atas saluran air guna memperlancar aliran dan mengurangi risiko banjir maupun genangan di wilayah sekitar.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Solo dalam memperbaiki sistem drainase perkotaan yang selama ini dinilai belum optimal menampung debit air saat hujan deras.

Baca Juga: 3 Pekerja Kandang Ternak Ayam di Gladagsari Boyolali Diduga Keracunan Briket, Ditemukan Pingsan dengan Mulut Berbusa

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengatakan pekerjaan yang saat ini berlangsung merupakan lanjutan proyek normalisasi yang telah dimulai pada akhir 2025.

“Ini pekerjaan lanjutan dari sebelumnya. Saat ini ada tambahan anggaran Rp 5 miliar sekian untuk melanjutkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengerukan saluran. Petugas juga melakukan pembongkaran bangunan yang tidak sesuai izin karena berdiri di atas aliran sungai atau saluran drainase.

Baca Juga: Polres Sragen Bekuk Tersangka Pembunuhan Siswa SD di Jenar, Pelaku Kenal Ayah Tiri Korban

Setelah area terbuka, proses dilanjutkan dengan pengerukan sedimen yang selama ini menghambat aliran air. Selain itu, talud atau dinding penahan sungai yang mengalami kerusakan juga akan dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih kuat.

Menurut Nur Basuki, normalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tampung saluran sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan mampu menekan potensi banjir maupun genangan di kawasan padat penduduk tersebut.

Baca Juga: Rumah Warga Ngadirojo, Wonogiri Terbakar saat Ditinggal ke Ladang, Dokumen Penting Hangus

“Sebelumnya ada pekerjaan di Kampung Totosari dan sebagian segmen Jalan Samanhudi dari Simpang Murni hingga Ponpes Ta’mirul Islam. Sekarang dilanjutkan dari sisi barat Ponpes Ta’mirul Islam menuju arah jembatan,” jelasnya.

Tak hanya saluran air, Pemkot juga berencana membongkar jembatan yang berada di lokasi proyek karena dinilai perlu penyesuaian dengan desain normalisasi yang baru. Namun pekerjaan jembatan tersebut menggunakan sumber anggaran berbeda karena masuk dalam program perawatan jembatan.

Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat telah diterjunkan untuk mempercepat proses pembongkaran bangunan dan pengerukan sedimentasi di beberapa titik. Aktivitas proyek terlihat berlangsung di sepanjang koridor saluran yang menjadi sasaran normalisasi.

Sementara itu, Camat Laweyan Isnan Wihartanto memastikan seluruh tahapan pekerjaan telah lebih dahulu disosialisasikan kepada warga dan pemangku wilayah setempat.

Menurutnya, masyarakat tidak mempermasalahkan proyek tersebut karena memahami manfaatnya dalam mengurangi risiko banjir di lingkungan sekitar.

“Sosialisasi belum lama ini sudah dilakukan dan tidak ada keberatan dari warga. Nanti yang dibongkar akan dikembalikan seperti semula sesuai perizinannya, sehingga warga tidak masalah dengan pekerjaan saluran ini,” katanya.

Pemkot berharap proyek normalisasi yang dilakukan secara bertahap tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan drainase di kawasan Laweyan sekaligus meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di wilayah Solo bagian barat. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#aliran air #drainase #Normalisasi #Sedimen