RADARSOLO.COM – Di tengah memanasnya polemik penyelenggaraan Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, beredar foto yang memperlihatkan Penanggung Jawab Keraton Surakarta, KGPA Tedjowulan, tengah berbincang dengan dua tokoh dari kubu PB XIV Purbaya. Potret tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memunculkan spekulasi adanya komunikasi politik di balik layar menjelang agenda adat tahunan tersebut.
Foto yang beredar luas itu memperlihatkan Tedjowulan bertemu dengan KPA Dani Nur Adiningrat dan KPA Singonagoro. Pertemuan tersebut disebut terjadi di kawasan utara Kori Kamandungan Keraton Surakarta, tepatnya di depan kantor sekretariat Panembahan Agung Tedjowulan, Rabu (10/6) siang.
Baca Juga: Ahli Waris Ingatkan Pemkot, Lanjutkan Masjid Sriwedari Bisa Picu Persoalan Hukum
Momen itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Panembahan Agung bersama sejumlah keluarga keraton dan perwakilan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta menggelar rapat koordinasi yang tidak dihadiri satu pun perwakilan dari kubu PB XIV Purbaya.
Kemunculan foto tersebut langsung memunculkan beragam tafsir. Tidak sedikit yang menduga telah terjadi komunikasi informal antara dua kubu yang selama ini berada pada posisi berseberangan terkait legitimasi kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta.
Panembahan Agung Tedjowulan tidak membantah adanya pertemuan tersebut. Bahkan, ia mengaku terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak demi mencari titik temu menjelang pelaksanaan Malam 1 Suro.
Baca Juga: Jejak Sadis Pelaku Pembunuhan di Jenar Sragen, Habisi Korban Demi Motor Rp 1 Juta
“Semuanya bertemu. Harapannya tanggal 13 atau 14 nanti bisa bertemu di tempat Pak Wali. Semuanya sudah saya sampaikan,” ujarnya.
Menurut Tedjowulan, komunikasi lintas pihak diperlukan agar pelaksanaan tradisi sakral Keraton dapat berlangsung dalam suasana yang lebih kondusif.
Namun, kubu SISKS PB XIV Purboyo memberikan penjelasan berbeda terkait pertemuan yang viral tersebut. Mereka menegaskan bahwa peristiwa itu bukan pertemuan resmi maupun forum pembahasan tertentu sebagaimana yang berkembang di masyarakat.
Juru Bicara SISKS PB XIV Purboyo menjelaskan, pertemuan terjadi secara spontan ketika dirinya bersama KPA Dani Nur Adiningrat sedang membeli kopi di sekitar kompleks keraton.
“Oh itu tidak sengaja. Tadi pas saya lagi ngopi, kemudian ada Gusti Tedjo. Beliau menyapa, lalu kami menyapa balik. Tidak ada pembicaraan apa pun terkait persoalan apa pun,” tegasnya.
Meski membantah adanya pembicaraan khusus, kubu PB XIV Purbaya tetap membuka ruang komunikasi apabila Pemerintah Kota Surakarta benar-benar mengambil peran sebagai mediator untuk mempertemukan seluruh pihak menjelang Kirab Malam 1 Suro.
Menanggapi usulan Tedjowulan dan Lembaga Dewan Adat agar Wali Kota Solo Respatia Ardi memfasilitasi pertemuan kedua kubu, pihak PB XIV Purbaya menyatakan siap mengirimkan perwakilan selama forum tersebut dilakukan secara proporsional dan bertujuan baik.
“Pada prinsipnya itu bagus. Soal pertemuan dengan Wali Kota, jika memang untuk kebaikan dan dilakukan secara proporsional, tentu kami juga akan mengirim utusan,” ujarnya.
Dengan waktu pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro yang semakin dekat, perhatian publik kini tertuju pada kemungkinan terwujudnya pertemuan lintas kubu yang dimediasi Pemkot Surakarta. Pertemuan tersebut diharapkan mampu meredakan ketegangan sekaligus menjaga tradisi sakral Keraton tetap berlangsung dalam suasana yang damai dan bermartabat. (ves)
Editor : Kabun Triyatno