RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan tetap mendukung penuh penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang akan digelar Keraton Kasunanan Surakarta pada Selasa (16/6) mendatang. Di tengah dinamika dan polemik yang masih terjadi di internal keraton, Pemkot memilih bersikap netral dan memusatkan perhatian pada pengamanan serta kelancaran jalannya tradisi sakral tersebut.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya berjalan aman, tertib, dan khidmat. Karena itu, koordinasi lintas instansi telah dilakukan jauh hari bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta.
"Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Solo dan Kodim 0735/Solo. Kami juga menugaskan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar," ujarnya, Kamis (11/6).
Menurut Respati, Kirab Malam 1 Suro bukan hanya agenda budaya Keraton Kasunanan Surakarta, tetapi juga menjadi salah satu tradisi yang selalu menarik perhatian masyarakat luas, termasuk wisatawan dari berbagai daerah. Karena itu, pemerintah berkepentingan menjaga agar pelaksanaannya berlangsung kondusif.
Baca Juga: Kronologi Pendaki Asal Semarang Meninggal di Sabana I Gunung Merbabu Jalur Selo Boyolali
Terkait munculnya permintaan agar Pemkot Solo memediasi pihak-pihak yang berselisih di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, Respati menegaskan pemerintah memilih berada pada posisi netral.
Ia menilai persoalan yang berkembang di internal keraton merupakan ranah yang harus diselesaikan oleh para pihak terkait. Sementara pemerintah lebih fokus menjalankan fungsi pelayanan publik, termasuk pengamanan kegiatan, pengaturan lalu lintas, dan menjaga kenyamanan masyarakat selama rangkaian acara berlangsung.
"Kami menghormati dinamika yang ada di keraton. Posisi pemerintah adalah memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan masyarakat dapat mengikuti maupun menyaksikan tradisi ini dengan nyaman," katanya.
Respati berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kirab Malam 1 Suro, dapat mengedepankan suasana yang sejuk dan menjaga ketertiban bersama.
Menurutnya, tradisi Malam 1 Suro memiliki makna spiritual dan budaya yang kuat bagi masyarakat Solo. Selain menjadi momentum tirakat dan refleksi diri, perhelatan tersebut juga menjadi salah satu ikon budaya yang memperkuat citra Kota Solo sebagai kota budaya.
"Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat bisa mendukung kelancaran Kirab 1 Suro. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Kota Solo karena akan banyak tamu yang hadir. Mari kita bersama-sama menjaga agar acara berjalan lancar, aman, dan khidmat," tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pemkot Solo berharap pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro tahun ini dapat berlangsung tanpa gangguan serta tetap menjadi simbol harmoni budaya yang membanggakan Kota Bengawan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno