Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lomba Mural di Tembok Gereja Purbayan Jadi Simbol Penggambaran Toleransi dan Harmoni di Kota Solo

Silvester Kurniawan • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:07 WIB
SARAT MAKNA: Seniman tengah mengikuti lomba mural yang digelar dalam rangka Hari Jadi Pemkot Solo ke-80. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SARAT MAKNA: Seniman tengah mengikuti lomba mural yang digelar dalam rangka Hari Jadi Pemkot Solo ke-80. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Tembok sisi utara Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan kini tampil lebih berwarna. Deretan mural yang tengah dikerjakan para seniman dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Solo ke-80 mulai menunjukkan keindahannya dan sukses mencuri perhatian masyarakat.

Bukan sekadar mempercantik kawasan, mural-mural tersebut juga sarat pesan sosial dan budaya. Tema besar tentang toleransi, keberagaman, harmoni antarpemeluk agama, hingga kehidupan khas masyarakat Solo dituangkan dalam berbagai karya yang penuh makna.

Beberapa seniman menggambarkan hubungan harmonis antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu identitas Kota Solo. Melalui sapuan warna dan ilustrasi yang kuat, pesan persaudaraan dan kebersamaan disampaikan secara visual dengan pendekatan yang menarik.

Tak hanya itu, kehidupan masyarakat Solo yang dikenal ramah dan guyub juga menjadi inspirasi. Suasana hangat obrolan santai di angkringan, canda tawa warga, hingga budaya nongkrong khas masyarakat Jawa turut hadir dalam sejumlah karya mural.

Baca Juga: Kekurangan ASN akibat Pensiun, Pemkab Wonogiri Ajukan 100 Formasi CASN 2026

Unsur kebudayaan Jawa pun tak luput dimasukkan sebagai bagian dari konsep besar yang diusung para peserta. Perpaduan nilai budaya, toleransi, dan kehidupan sosial masyarakat membuat tembok gereja yang sebelumnya tampak biasa kini berubah menjadi ruang ekspresi seni yang memiliki pesan mendalam.

Keberadaan mural tersebut mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Selain mempercantik lingkungan, karya seni itu juga dinilai mampu mencegah aksi vandalisme yang selama ini kerap terjadi di sepanjang tembok tersebut.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Serentak, BPS Boyolali kerahkan 1.182 Petugas Door-to-Door

Salah satu apresiasi datang dari Valentina Febri, jemaat Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan. Menurutnya, lomba mural menjadi langkah cerdas untuk mengubah tembok yang sebelumnya sering menjadi sasaran coretan liar menjadi ruang seni yang bernilai positif.

"Bagus sekali idenya. Kalau sudah ada mural bagus seperti ini dan masih ada vandalisme berarti yang memang kebangetan," ujarnya, Kamis (11/6).

Valentina menilai mural tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi seni, tetapi juga menjadi upaya menjaga keindahan kawasan sekaligus mengurangi potensi tindakan tidak bertanggung jawab di masa mendatang.

Pendapat serupa disampaikan Zahra, warga Solo yang turut mengamati proses pengerjaan mural tersebut. Sebagai seorang muslim, ia mengaku bangga melihat tema keberagaman dan toleransi diangkat dalam kegiatan yang digelar di lingkungan gereja.

Menurutnya, mural-mural tersebut semakin memperkuat citra Solo sebagai kota yang terbuka dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

"Semangatnya patut diapresiasi. Apalagi ini juga bagian dari peringatan hari jadi Pemkot, jadi seperti mengingatkan kita bahwa antar sesama harus memiliki hubungan yang baik," katanya.

Baca Juga: Sulap Bekas Sekolah Mangkrak Jadi Warung Slow Living Ala Hotel Berbintang, Ini Cara BUMDes Tlobong Berdayakan Warga

Lomba mural ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80. Kegiatan dimulai sejak Rabu (10/6) dan proses pengerjaan mural berlangsung hingga Kamis (11/6).

Para pemenang lomba dijadwalkan diumumkan pada puncak peringatan Hari Jadi Kota Surakarta yang akan berlangsung pada Selasa (16/6) mendatang.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan pihak gereja dalam menghadirkan ruang publik yang edukatif sekaligus estetis. "Menyambut peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggagas kegiatan yang sangat positif ini dengan tema kemajemukan di Kota Solo. Terima kasih kepada Romo dan Gereja Purbayan yang telah mengizinkan tembok sepanjang gereja ini menjadi tempat bagi para seniman untuk menggambarkan Harmony of Solo," ujarnya.

Melalui mural bertema "Harmony of Solo", Pemkot berharap pesan toleransi, kebersamaan, dan keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Kota Bengawan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain memperindah wajah kota, karya-karya tersebut juga menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dalam harmoni. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#Hari Jadi Pemerintah Kota Solo #gereja katolik #mural