RADARSOLO.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Solo, Jumat sore (12/6).
Sembari membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan.
Mulai dari penghentian sementara program makan bergizi gratis (MBG), penguatan nilai tukar rupiah, pencabutan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri, hingga penyelesaian persoalan sampah di TPA Putri Cempo.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Demo Kepung Gedung DPRD Solo, Desak Setop MBG
Meski berjalan kondusif, sempat terjadi insiden di tengah aksi.
Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yakni Julian bersama seorang rekannya dibawa aparat ke dalam mobil polisi. Tak lama, ia dan rekannya dilepas lagi.
Saat dikonfirmasi, Julian mengaku tidak mengalami intimidasi maupun perlakuan represif dari aparat.
"Saya hanya diamankan. Tidak ada intervensi apa pun. Saya juga tidak membawa barang berbahaya, senjata tajam, atau bom molotov. Saya hanya membawa poster," ujarnya setelah dikembalikan ke massa aksi. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto