Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jangan Sembunyikan Data Usaha, Pemkot Solo Minta Pelaku Usaha Jujur Saat Sensus Ekonomi

Silvester Kurniawan • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:03 WIB
Pemilik usaha akan menjadi salah satu sasaran dalam Sensus Ekonomi 2026. (M Ihsan/Radar Solo)
Pemilik usaha akan menjadi salah satu sasaran dalam Sensus Ekonomi 2026. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo  meminta para pelaku usaha tidak menutup-nutupi kondisi usahanya saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat dinilai menjadi kunci agar pemerintah mampu membaca kondisi ekonomi riil dan menyusun kebijakan yang benar-benar sesuai kebutuhan dunia usaha.

Pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 326 petugas lapangan disiapkan untuk menyisir berbagai jenis usaha secara door to door, mulai dari usaha konvensional hingga bisnis berbasis digital yang selama ini sulit terpetakan.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani meminta seluruh pelaku usaha di Kota Bengawan bersikap terbuka saat petugas sensus datang melakukan pendataan.

Baca Juga: Dari Korban PHK Jadi Juragan Ekspor: Cerita Fatta Sukses Terbangkan Kreasi Kayukuu Boyolali ke 24 Negara.

Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi di lapangan.

“Pendataan Sensus Ekonomi ini terakhir dilaksanakan 2016 silam. Tahun ini akan berlangsung dari 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Kami sangat mendukung program ini dan kami harap pelaku usaha bisa berpartisipasi dengan baik,” kata Astrid, Minggu (14/6/2026).

Pemkot menilai hasil sensus akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan ekonomi daerah selama beberapa tahun ke depan. Karena itu, kualitas data yang dihimpun harus benar-benar mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya.

Baca Juga: Dampak Harga BBM Naik: Subsidi BST Terancam Dipangkas, Transportasi Publik Bakal Lumpuh

Dalam satu dekade terakhir, lanskap ekonomi Kota Solo mengalami perubahan signifikan. Berbagai usaha berbasis digital tumbuh pesat dan menghadirkan pola bisnis baru yang belum banyak terpotret dalam pendataan sebelumnya.

“Dalam satu dekade terakhir muncul berbagai model usaha berbasis digital yang membutuhkan pemetaan yang lebih komprehensif. Dengan data yang valid pemerintah dapat merumuskan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Suhu Puncak Merbabu Diprediksi Drop di Bawah 5 Derajat, BTNGMb Minta Pendaki Waspada Musim Bediding

Astrid menegaskan, data hasil sensus nantinya tidak hanya digunakan sebagai statistik semata, melainkan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Surakarta Ratna Setyowati mengatakan Sensus Ekonomi 2026 memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan pelaksanaan sensus satu dekade lalu. Perubahan pola usaha dan perilaku konsumsi masyarakat membuat metode pendataan harus lebih adaptif.

Sebagai persiapan, sebanyak 326 petugas lapangan telah mengikuti Apel Bersama di Kantor BPS Kota Surakarta pada Jumat (12/6). Mereka akan mulai melakukan pendataan langsung ke lapangan sejak pertengahan Juni hingga akhir Agustus mendatang.

Ratna menjelaskan, petugas tidak hanya mendata toko, kantor, atau usaha yang memiliki lokasi fisik. Berbagai usaha rumahan, ekonomi kreatif, hingga bisnis berbasis digital juga menjadi sasaran pendataan.

“Saat ini banyak usaha yang tidak selalu terlihat secara fisik tetapi memiliki aktivitas ekonomi yang besar seperti usaha berbasis digital dan online. Pendataan akan dilakukan secara door to door untuk melakukan pendataan tempat usaha, usaha rumahan, usaha digital, hingga pelaku ekonomi kreatif yang belum teridentifikasi dalam sensus ekonomi sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting untuk membaca arah perkembangan ekonomi Kota Solo secara lebih akurat. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi, memperkuat sektor UMKM, menarik investasi, hingga membuka lapangan kerja baru.

Karena itu, BPS dan Pemkot berharap para pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur dan lengkap. Semakin akurat data yang terkumpul, semakin tepat pula kebijakan yang dapat dirumuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Solo. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#ekonomi #jujur #pelaku usaha #pemkot solo #Sensus Ekonomi 2026