RADARSOLO.COM – Di tengah belum meredanya konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro dipastikan tetap berlangsung. Bahkan, panitia mengklaim lebih dari 5.000 peserta telah mendaftar untuk mengikuti prosesi sakral yang menjadi salah satu tradisi budaya terbesar di Kota Solo tersebut.
Puncak acara akan berlangsung menjelang pergantian hari, saat kerbau pusaka keturunan Kyai Slamet kembali memimpin arak-arakan sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan kirab.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak petang melalui berbagai prosesi adat, termasuk wilujengan dan ritual pendukung lainnya. Namun, kirab baru akan diberangkatkan mendekati pukul 00.00 WIB dari kompleks Keraton Surakarta.
Rute yang dilalui tidak mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Arak-arakan akan bergerak dari Keraton Surakarta menuju Alun-alun Utara, Gladag, Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Telkom, Simpang Loji Wetan, Simpang Pasar Kliwon, Simpang Baturono, Simpang Gading, Simpang Gemblegan, kawasan Coyudan, Jalan Slamet Riyadi, kembali ke Gladag, lalu masuk lagi ke kompleks Keraton melalui Alun-alun Utara.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Andri Wahyudi mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sepanjang rute kirab.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H Paling Lengkap dan Gratis Begini Cara Buatnya
Menurutnya, pola pengamanan yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan saat Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran.
“Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Acara dimulai petang hari tetapi kirabnya baru keluar menjelang pukul 00.00 WIB. Rutenya juga sama, jadi antisipasinya nanti kami juga menerjunkan personel di lapangan seperti yang dilakukan pada kirab Pura Mangkunegaran,” ujarnya.
Kirab tahun ini menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah dinamika internal Keraton Surakarta yang hingga kini belum sepenuhnya selesai. Perselisihan yang melibatkan keluarga dan kerabat raja sempat menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan sejumlah agenda adat keraton.
Baca Juga: Membabar Keris Putut Sajen, Cikal Bakal Lahirnya Keris di Nusantara
Meski demikian, salah satu kubu yang terlibat dalam konflik tersebut memastikan seluruh persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Mulai dari urusan adat, kesiapan peserta, sarana-prasarana, hingga koordinasi dengan pemerintah dan aparat keamanan disebut telah rampung.
Pengageng Parentah Keraton yang berada di bawah PB XIV Purbaya, KGPH Panembahan Dipokusumo, menyatakan seluruh unsur pendukung kegiatan sudah siap menyambut pelaksanaan kirab.
“Semua sudah siap. Petugas, koordinasi dengan pemerintah semuanya sudah. Peserta yang mendaftar sudah lebih dari 5 ribuan,” katanya.
Besarnya jumlah peserta tersebut menunjukkan Kirab Pusaka Malam 1 Suro tetap memiliki daya tarik kuat di tengah berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan keraton. Ribuan warga diperkirakan akan memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan prosesi yang selama puluhan tahun menjadi simbol pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.
Dengan hadirnya kerbau pusaka Kyai Slamet sebagai ikon utama kirab, tradisi yang sarat nilai sejarah, budaya, dan spiritual itu diperkirakan kembali menjadi magnet masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Solo pada malam 1 Suro. (ves)
Editor : Kabun Triyatno