RADARSOLO.COM - Pemerintah Kota Solo memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah pihak dari Keraton Kasunanan Surakarta pada Senin (15/6) sore hingga petang. Meski dilakukan dalam dua sesi terpisah, hasil pertemuan tersebut mengerucut pada satu kesepahaman bahwa Kirab Pusaka Malam 1 Sura tetap akan digelar pada Selasa (16/6) malam dengan melibatkan seluruh unsur keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta.
Penanggung jawab Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menegaskan bahwa agenda rapat koordinasi yang difasilitasi Pemerintah Kota Surakarta bertujuan menyatukan persepsi seluruh elemen keraton menjelang pelaksanaan tradisi sakral Malam 1 Sura.
Meski demikian, dua sosok yang selama ini menjadi pusat perhatian dalam dinamika internal keraton, yakni SISKS Paku Buwono XIV Purboyo dan SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi, tidak hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut.
“Tadi Purboyo nggak ada, Mangkubumi juga nggak ada,” ujar Tedjowulan kepada awak media usai pertemuan.
Meski kedua tokoh tersebut absen, masing-masing kubu tetap mengirimkan perwakilan sehingga komunikasi antar pihak tetap dapat berlangsung.
Yang paling penting, menurut Tedjowulan, pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Sura tidak akan berlangsung secara terpisah. Ia memastikan seluruh pihak tetap akan berjalan dalam satu rangkaian kirab yang mengatasnamakan Keraton Kasunanan Surakarta.
“Ya beriringan toh, kan sudah berjalan bertahun-tahun toh. Iya menjadi satu,” tegasnya.
Rakor Digelar dalam Dua Sesi
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono.
Pemerintah Kota Surakarta membenarkan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan dalam dua sesi berbeda guna mengakomodasi seluruh pihak yang terlibat.
Sesi pertama mempertemukan kubu Purboyo, Panembahan Agung Tedjowulan, serta jajaran Pemerintah Kota Surakarta. Setelah itu, sesi kedua digelar bersama kubu Mangkubumi, Panembahan Agung Tedjowulan, dan Pemerintah Kota Surakarta.
Menurut Sekda, pemerintah bersama unsur TNI dan Polri hanya berperan sebagai fasilitator agar pelaksanaan tradisi budaya tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
“Kami laporkan Pak Wali dulu. Intinya kan kita sudah menyampaikan pada kedua pihak keluarga besar Keraton Kasunanan bahwa Pemerintah Kota Surakarta bersama jajaran TNI-Polri mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan lancar. Jadi tadi itu mereka memaparkan agar lebih sinkron,” jelasnya.
Kirab Tetap Satu, Namun dengan Pengaturan Teknis
Saat ditanya apakah Kirab Pusaka akan digelar satu kali atau dua kali, Budi Murtono belum memberikan jawaban secara tegas. Namun ia mengindikasikan bahwa telah ada kesepahaman teknis agar prosesi berjalan tertib tanpa menimbulkan gesekan.
Menurutnya, masing-masing pihak telah memahami posisi dan peran mereka dalam pelaksanaan kirab nanti.
“Mungkin tidak menjadi satu tetapi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Pelaksanaannya hampir sama, tadi ada pemahaman kalau yang satu sudah di depan, yang satu akan mengalah untuk di belakangnya. Intinya kami hanya memfasilitasi agar lebih kondusif,” tegasnya.
Baca Juga: Era Baru Persis Solo Dimulai, Ricky Nelson Datang Bawa Target Promosi ke Super League
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun masih terdapat dinamika internal di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta, seluruh pihak berupaya menjaga tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Sura tetap berlangsung dengan khidmat dan tanpa gangguan.
Kirab Pusaka Malam 1 Sura sendiri merupakan salah satu agenda budaya dan spiritual terbesar di Kota Solo yang setiap tahun selalu menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai daerah. (Ves/nik)