RADARSOLO.COM - Kecamatan Pasar Kliwon berencana menyulap area kantor kecamatan menjadi pusat aktivitas olahraga atau sport center yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu langkah preventif untuk mengurangi kenakalan remaja sekaligus mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang lebih positif.
Camat Pasar Kliwon Ary Wibowo mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah pihaknya melihat berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja di wilayah Pasar Kliwon. Menurutnya, anak muda membutuhkan ruang yang memadai untuk menyalurkan minat, bakat, dan energi mereka.
“Awalnya kami melihat masih adanya kenakalan remaja di kawasan Pasar Kliwon. Karena itu kami ingin mengalihkan energi mereka ke kegiatan yang lebih positif, baik melalui seni budaya maupun olahraga. Kecamatan harus memberikan ruang dan wadah bagi mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro Kebo Bule dan Pawang Ikut Dimandikan
Ary menjelaskan, konsep yang disiapkan adalah menjadikan halaman dan lingkungan kantor kecamatan sebagai ruang publik olahraga yang mudah diakses masyarakat. Nantinya, sejumlah fasilitas olahraga akan dibangun secara bertahap.
Di antaranya lapangan basket 3 on 3 yang menyasar kalangan anak muda, dua meja tenis meja, serta lapangan badminton yang akan ditempatkan di area belakang kantor kecamatan. Selain itu, pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan fasilitas panjat tebing.
“Untuk panjat tebing masih kami kaji lebih detail, terutama terkait aspek keselamatan. Kalau memungkinkan dan aman, kami ingin menghadirkan fasilitas itu juga,” katanya.
Baca Juga: Nuri Agus Akhirnya Sudah Ditemukan, Ini Kondisi Terkini Eks Kiper Timnas U-23 Tersebut
Dia menegaskan, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi remaja, tetapi juga dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Bahkan, ke depan kawasan sport center itu diharapkan menjadi lokasi berbagai pelatihan dan kegiatan komunitas.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk coffee shop dan lembaga pelatihan. Nanti kalau ada pelatihan atau kegiatan komunitas bisa memanfaatkan area sport center ini,” jelasnya.
Menariknya, pembangunan fasilitas olahraga tersebut tidak akan membebani APBD Kota Solo. Kecamatan Pasar Kliwon memilih mengandalkan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.
“Kami belum mengusulkan anggaran APBD karena memahami keterbatasan yang ada. Harapannya pembangunan ini bisa full CSR. Kami sangat terbuka bagi perusahaan maupun pihak lain yang ingin bekerja sama,” ungkap Ary.
Menurutnya, konsep pembangunan sport center sudah selesai disusun. Saat ini pihak kecamatan tengah melakukan pendekatan dengan sejumlah calon mitra CSR. Beberapa di antaranya telah menunjukkan respons positif.
“Konsepnya sudah ada. Saat ini kami tinggal menunggu perkembangan dari beberapa pihak yang kami ajak bekerja sama. Ada satu fasilitas yang hampir pasti mendapat dukungan, sementara yang lainnya masih berproses,” katanya.
Lebih jauh, Ary mengungkapkan bahwa langkah tersebut juga dilatarbelakangi temuan di lapangan terkait persoalan penyalahgunaan narkoba yang sempat muncul di beberapa wilayah Pasar Kliwon.
Dia menyontohkan kawasan Joyosuran yang kini menjadi lokasi pembentukan komunitas Siaga Bersih Narkoba dan pencanangan Kampung Anti Narkoba. Program tersebut muncul setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan transaksi narkoba yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Saya pernah menerima laporan adanya aktivitas transaksi narkoba di wilayah tertentu, bahkan ada informasi yang menyebut melibatkan usia pelajar. Karena itu kami ingin bergerak memberikan ruang yang sehat bagi masyarakat, terutama generasi muda,” tegasnya.
Melalui keberadaan sport center tersebut, Kecamatan Pasar Kliwon berharap anak-anak muda memiliki tempat berkumpul yang positif sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter. Pengelolaan aktivitas nantinya juga direncanakan melibatkan komunitas kepemudaan seperti Forum Anak Surakarta agar program berjalan berkelanjutan.
“Kecamatan menyiapkan wadahnya. Nanti anak-anak muda dan komunitas yang akan menghidupkan kegiatan di dalamnya. Harapannya mereka memiliki ruang untuk berkembang dan terhindar dari hal-hal negatif,” pungkas Ary. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy