Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Perang Melawan Sampah Sungai, Wali Kota Ajak Kolaborasi Mulai dari Hulu hingga Hilir

Silvester Kurniawan • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:33 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi ikut terjun bersihkan sampah di sungai.
Wali Kota Solo Respati Ardi ikut terjun bersihkan sampah di sungai.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo semakin agresif menggelar aksi bersih sungai dan saluran air di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan pencemaran lingkungan sekaligus mengantisipasi ancaman banjir yang masih membayangi Kota Bengawan.

Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah sepele. Selain merusak lingkungan, tumpukan sampah di sungai dan saluran air berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir saat musim hujan tiba.

Sebab itu, selain memperkuat tata kelola sampah dari hulu hingga hilir, Pemkot juga menggencarkan kerja bakti bersama yang melibatkan perangkat daerah, komunitas lingkungan, relawan, hingga masyarakat.

Baca Juga: Warga Geruduk SMKN 1 Puhpelem Wonogiri: Protes Anak Setempat Tak Bisa Tertampung, Tergusur Calon Murid dari Jatim

"Permasalahan sampah tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran hingga potensi banjir. Karena itu kita harus membiasakan diri untuk lebih peduli dan menyayangi lingkungan," tegas Respati, Rabu (17/6).

Salah satu aksi terbaru dilakukan di aliran anak Kali Pepe dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia awal Juni lalu. Dalam kegiatan tersebut, masih ditemukan berbagai jenis sampah rumah tangga yang mencemari aliran sungai.

Baca Juga: Gondol Motor, Residivis Curanmor Ditangkap Usai Aksi Kejar-kejaran dengan Warga Wonosari Klaten Sejauh 4 Km

Temuan itu menunjukkan persoalan sampah belum sepenuhnya terselesaikan. Dari sejumlah kegiatan bersih sungai yang diikuti, Respati mengaku masih sering menjumpai limbah organik maupun sampah domestik yang dibuang langsung ke aliran air.

Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani secara menyeluruh. Mulai dari pengaturan jadwal pengangkutan sampah yang lebih teratur, penguatan budaya memilah sampah organik dan anorganik, hingga penegakan aturan terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Bupati Klaten Ajak Kepala OPD Naik Bus Sekolah dan Mobil Satpol PP ke Lokasi Sambung Rasa demi Hemat Anggaran

"Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan menjadi tanggung jawab bersama agar tidak meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi mendatang," ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengapresiasi keterlibatan komunitas dan relawan lingkungan yang selama ini konsisten membantu membersihkan sungai, saluran air, gorong-gorong, hingga berbagai ruang publik di Kota Solo.

Menurut Astrid, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah sampah berakhir di sungai dan menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih besar.

"Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat. Kota yang bersih hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen bergerak bersama," katanya.

Pemkot berharap gerakan bersih sungai yang terus digencarkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Selain menjaga kebersihan kota, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi warga Kota Solo. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#sungai #hulu #lingkungan #pemkot solo #sampah