Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pemkot Surakarta Gelar Hari Jari Ke-80: Transformasi Pendidikan dan Peningkatan Pelayanan Publik

Silvester Kurniawan • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25 WIB
APRESIASI: Wali Kota Surakarta Respati Ardi saat memberikan apresiasi dalam acara memperingati hari jadi Pemkot Surakarta ke-80 di Balai Kota Surakarta (16/6). (DOK. PEMKOT SURAKARTA)

 
APRESIASI: Wali Kota Surakarta Respati Ardi saat memberikan apresiasi dalam acara memperingati hari jadi Pemkot Surakarta ke-80 di Balai Kota Surakarta (16/6). (DOK. PEMKOT SURAKARTA)  

RADARSOLO.COM – Memperingati hari jadi ke-80 yang jatuh pada 16 Juni, Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan reformasi birokrasi. Beragam prestasi dan capaian yang telah diraih hingga saat ini pun dipastikan tidak menghentikan langkah untuk memberikan pelayanan terbaik di segala sektor.

Seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solo ke-281, pemkot sengaja mengusung tema besar yang sama dalam peringatan hari jadi Pemkot Surakarta tahun ini. Tema Berbudaya, Pradaya, Sejahtera masih menjadi semangat yang sama dalam pengembangan Kota Solo di masa depan. Baik dari segi kemasyarakatannya maupun dari berbagai program dan pelayanan yang diberikan.

Filosofi ‘Berbudaya’ sebagai fondasi dalam pembangunan sehingga bisa terus ‘Pradaya’ atau mampu berinovasi dalam menjawab tantangan zaman guna menuju sesuatu yang ‘Sejahtera’ diharapkan mampu menjadi pengingat dan motivasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

“80 tahun ini, perjalanan Pemerintah Kota Surakarta merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Berbagai capaian yang kita raih hari ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan desikasi dari seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah yang senantiasa memberikan layanan terbaik,” kata Wali Kota Surakarta Respati Ardi dalam pidatonya saat Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Pemkot Surakarta yang dihelat pada Rabu (17/6) pagi.

Transformasi birokrasi di lingkungan kerja Pemkot Surakarta berlangsung dengan baik, dibuktikan dengan diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) untuk Dinas Pendidikan, BKPSDM, dan RSUD Fatmawati Kota Surakarta. Selain itu ada juga organisasi perangkat daerah yang meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) seperti Bapenda, Disdukcapil, DPMPTSP, Kecamatan Jebres, dan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.Tidak berhenti disana, pemkot juga meraih apresiasi dari pemerintah pusat karena masuk peringkat kedua lantaran dianggap berprestasi dalam penurunan angka pengangguran terbuka untuk regional Jawa-Bali oleh Kemendagri baru-baru ini. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari berbagai program memberi dampak positif pada masyarakat

“Kedepan harus ada peningkatan. Banyak sekali penghargaan yang diterima Pemkot Surakarta dalam dua tahun terakhir ini, tetapi kita tidak boleh cepat puas. Tolok ukurnya bukan award, tetapi kepuasan warga masyarakat,” tegas Respati.

Hari Jadi ke-80 menjadi momen yang tepat untuk melakukan pembenahan dan transformasi, terutama pada penyelenggaraan pendidikan negeri.

“Harus ada transformasi pendidikan di sekolah negeri. Kami harus menyelesaikan dan memparipurnakan pendidikan di Kota Surakarta, terutama pendidikan di sekolah negeri. Kualitas pendidikan di sekolah negeri harus tetap terjangkau, bahkan tetap gratis bagi warga masyarakat dengan penghasilan rendah. Ini menjadi tekad kami untuk mengubah pendidikan agar warga tidak pusing lagi dan tidak perlu biaya tinggi untuk menyekolahkan anaknya,” tegas Wali Kota.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono mengutarakan ada penurunan minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Transformasi pendidikan menjadi agenda penting untuk meningkatkan kualitas, sekaligus daya tarik sekolah negeri di Kota Solo. Pemkot juga berupaya memperkuat layanan dasar lainnya, seperti kesehatan dan perumahan, agar dapat dinikmati secara setara oleh seluruh warga.

“Reformasi birokrasi terus kami tingkatkan. Yang paling penting dampaknya adalah pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kepentingan publik di Kota Surakarta dapat terlayani secara optimal. Yang sudah baik kita teruskan, yang masih kurang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan. Secara teknokratis tetap mengacu pada RPJMD dan visi-misi wali kota,” papar Sekda Kota Surakarta. (ves/nik)

 DAFTAR PENGHARGAAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2026

TINGKAT PROVINSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#Pemkot Surakarta