Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Aspal Mahal Imbas Kenaikan Harga BBM, Pemkot Pilih Tambal Sulam Jalan

Silvester Kurniawan • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:09 WIB
Perbaikan Jalan Prof Dr. Soeharso Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Perbaikan Jalan Prof Dr. Soeharso Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo masih mengandalkan program Sapu Lobang untuk menangani jalan berlubang di berbagai ruas kota. Perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara melalui metode tambal sulam karena proyek perbaikan besar belum dapat direalisasikan di tengah fluktuasi harga aspal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki mengatakan, pemeliharaan jalan rusak tetap berjalan menggunakan anggaran rutin yang telah tersedia. Namun, pekerjaan rekonstruksi jalan secara menyeluruh masih belum memungkinkan dilakukan.

“Untuk sementara pemeliharaan jalan berlubang masih menggunakan program Sapu Lobang. Kalau pekerjaan besar memang belum bisa dilakukan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Sudah Telanjur untuk Menggoreng Tempe, Begini Reaksi Warga Penerima Bantuan MinyaKita Bau Minyak Tanah di Kismantoro Wonogiri

Dalam pelaksanaannya, DPUPR memanfaatkan Asbuton (Aspal Buton) sebagai material utama penambalan. Aspal alam yang berasal dari Pulau Buton tersebut dipilih karena lebih mudah diperoleh dan menjadi alternatif di tengah ketidakpastian harga aspal minyak impor.

Meski demikian, Nur Basuki mengakui penanganan dengan metode tambal sulam belum mampu menjadi solusi permanen. Tidak jarang jalan yang sudah diperbaiki kembali mengalami kerusakan akibat pekerjaan utilitas maupun kondisi konstruksi jalan yang sudah menurun.

“Sementara ditambal menggunakan Asbuton, tetapi kadang jebol lagi. Akhirnya kami tambal lagi,” katanya.

Baca Juga: SPG Jadi Korban Pelecehan, Polisi Buru Pelaku Berdasar Rekaman CCTV

Persoalan jalan rusak memang masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering masuk ke Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS). Dalam beberapa bulan terakhir, warga melaporkan kerusakan jalan di sejumlah titik, mulai dari Jalan Sidoluhur, Pajang, kawasan Pasar Legi, hingga ruas jalan lingkungan lainnya.

Banyak warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penambalan sementara, melainkan juga perbaikan total agar kualitas jalan lebih baik dan tahan lama.

Baca Juga: Terpantau CCTV Merekam Diam-Diam SPG, Pengunjung Swalayan di Solo Dilaporkan ke Polisi

“Jalan berlubang masih cukup banyak ditemukan. Memang sudah ditangani, tetapi kebanyakan hanya ditambal. Harapannya ada perbaikan total supaya jalannya lebih rata, halus, dan nyaman dilalui,” ujar Sulistianto, salah seorang warga yang beberapa kali menyampaikan aduan melalui ULAS.

DPUPR memastikan program Sapu Lobang akan terus dijalankan untuk menjaga kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat sambil menunggu kondisi yang memungkinkan untuk pelaksanaan perbaikan jalan secara lebih menyeluruh. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#jalan berlubang #aspal #kualitas #ULAS