RADARSOLO.COM – Pemkot Solo terus mendorong industri wellness berbasis budaya Jawa agar mampu menembus pasar internasional. Setelah diperkenalkan dalam World Cities Summit 2026 di Singapura, potensi tersebut kini mulai dijajaki untuk dipromosikan ke Amerika Serikat melalui kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Surakarta memperkuat branding Solo sebagai kota wellness berbasis budaya Jawa sekaligus membuka peluang investasi, promosi, dan perluasan pasar bagi pelaku industri kreatif serta UMKM lokal.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, komunikasi awal dengan KJRI New York membuka peluang besar bagi Solo untuk memperkenalkan potensi wellness ke pasar global, khususnya kawasan Pantai Timur Amerika Serikat.
“Kebetulan Pak Konjen ini asli Kepatihan, Solo. Sebagai putra daerah beliau ingin berkontribusi. Tentu kami menyambut dengan gembira. Kami yakin ini bisa menciptakan lapangan kerja sekaligus membuat Kota Solo semakin dikenal di mata dunia,” ujar Respati, Kamis (18/6).
Sebelumnya, konsep Java Wellness City dipaparkan Respati saat menjadi pembicara dalam World Cities Summit 2026 di Singapura pada 15 Juni lalu. Dalam forum internasional tersebut, Solo menawarkan konsep wellness yang berpijak pada budaya Jawa, mulai dari tradisi jamu, pijat tradisional, kuliner sehat, kampung budaya, hingga gaya hidup yang selaras dengan lingkungan.
Upaya promosi itu kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan dengan KJRI New York untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Surakarta memaparkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Solo, termasuk kekuatan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, pariwisata budaya, hingga industri wellness yang tengah dikembangkan.
Konsul Jenderal RI di New York Winanto Adi menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, Solo memiliki modal kuat untuk diperkenalkan kepada pasar internasional karena menawarkan kombinasi budaya, kreativitas, dan konsep wellness yang khas.
“Solo memiliki banyak sekali potensi, baik dari SDM, kebudayaan, ekonomi kreatif, maupun sektor wellness. Ini akan kami tindaklanjuti untuk melihat bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan dengan memadukan potensi di wilayah Pantai Timur Amerika Serikat,” ujarnya.
Pemkot berharap langkah tersebut menjadi pintu masuk bagi produk, layanan, dan ekosistem wellness Solo untuk menjangkau pasar global. Selain memperkuat citra kota, pengembangan sektor ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis budaya.
Editor : Kabun Triyatno