RADARSOLO.COM-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Solo sukses merampungkan seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sepanjang bulan Juni 2026.
Momentum bersejarah ini resmi ditutup dengan menggelar peringatan Haul Bung Karno ke-56 yang berlangsung khidmat di Kantor DPC PDI Perjuangan Solo, Sabtu (20/6/2026) malam.
Baca Juga: Link Pengumuman SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng Sulit Diakses, Cabdin: Dibuka Pukul 19.00
Mengusung tema besar "Setialah Kepada Sumbermu", acara puncak ini diisi dengan doa bersama lintas latar belakang, tumpengan, serta orasi ideologi yang membakar semangat ratusan kader yang hadir.
Ketua Panitia Bulan Bung Karno DPC PDIP Solo, Roy Saputra, dalam laporan resminya menyampaikan rasa bangga atas gotong royong seluruh kader dari tingkat kota hingga anak ranting.
Sepanjang Juni 2026, PDIP Solo sukses menyelenggarakan 5 rangkaian kegiatan besar, yaitu:
- 1 Juni 2026: Pembacaan Puisi & Pertunjukan Keroncong (Hari Lahir Pancasila) wadah kolaborasi seniman lokal.
- 6 Juni 2026: Peringatan Hari Lahir Bung Karno lewat tumpengan doa bersama serentak di 5 PAC Kecamatan dan Pasar Gede.
- 14 Juni 2026: Aksi Kemanusiaan Donor Darah bareng PMI serta program bagi-bagi makanan gratis via "Dapur Marhaen".
- 16 Juni 2026: Festival Lukis Wajah Bung Karno dan Parade Musik lintas generasi (keroncong, campursari, hingga modern).
- 20 Juni 2026: Puncak Haul Bung Karno ke-56 berupa doa bersama dan orasi kebangsaan.
"Bung Karno adalah presiden yang mencintai seni. Melalui festival ini, kami membuktikan bahwa PDIP Solo bukan sekadar partai politik, melainkan rumah bagi seniman, budayawan, dan pemuda yang ingin berkontribusi bagi bangsa," tegas Roy Saputra.
Dalam momen yang sakral tersebut, Sekretaris DPC PDIP Kota Solo Rheo Yuliana Fernandez hadir membacakan naskah sambutan tertulis dari Ketua DPC PDIP Solo Aria Bima.
Melalui pidato tersebut, Aria Bima menekankan bahwa pemikiran Soekarno tidak pernah lapuk oleh waktu, melainkan selalu hidup di tengah media sosial anak muda zaman sekarang.
Ia pun menitipkan 5 Poin Refleksi Penting bagi generasi muda Solo dalam meneladani perjuangan Bung Karno di tahun 2026:
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Federico Barba dan Layvin Kurzawa Pergi, Persib Bandung Siapkan Kejutan
1. Soal Keberanian: Anak muda hari ini harus berani menghadapi medan perang modern, berani berbeda demi kebenaran, serta berani mengambil jalan yang tidak populer namun benar.
2. Kemandirian (Berdikari): Di era digital, pemuda jangan hanya mau jadi penonton atau pasar bagi perusahaan asing. Anak muda harus berani membangun ekosistem digital dan usaha mandiri sendiri.
3. Persatuan (Bhinneka): Ditantang menjaga jempol di media sosial. Perbedaan pilihan politik di kolom komentar tidak boleh memutus tali persaudaraan sesama bangsa.
4. Kepedulian (Marhaenisme): Menghidupkan kembali pembelaan terhadap wong cilik dengan cara membeli dan membela usaha mikro kecil di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Guru Cabul Pelaku Pelecehan Terhadap SPG Di Solo Terancam Sanksi Berat, Jabatan PPPK Bisa Dicopot
5. Karya Nyata: Bung Karno bukan sekadar orator, tapi konseptor fisik. Kemerdekaan harus mewujud nyata lewat aksi komunitas dan usaha mikro tanpa perlu selalu mengejar sorotan publik.
Di akhir pidatonya, Aria Bima memberikan sebuah kutipan refleksi yang sangat menohok terkait kutipan legendaris Bung Karno, "Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia."
Menurut Aria Bima, khusus di tahun 2026 ini, pergerakan tidak perlu lagi menunggu sampai 10 pemuda berkumpul. Cukup satu orang yang konsisten bergerak dan konsisten menjalankan apa yang diyakininya benar, maka roda perubahan itu dipastikan akan mulai berjalan di Kota Solo. (dam)
Editor : Tri Wahyu Cahyono