Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Polisi Ingatkan Perguruan Silat: Momen Sakral Jangan Berujung Masalah Hukum

Antonius Christian • Minggu, 21 Juni 2026 | 19:19 WIB

 

Polres Karanganyar melakukan pengamanan langsung terhadap kegiatan salah satu perguruan silat di Karanganyar, Sabtu (20/6/2026) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Polres Karanganyar melakukan pengamanan langsung terhadap kegiatan salah satu perguruan silat di Karanganyar, Sabtu (20/6/2026) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Polresta Solo mengingatkan seluruh perguruan silat yang akan menggelar pengesahan warga baru untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Momen pengesahan diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan justru memunculkan gangguan keamanan maupun ketertiban di tengah masyarakat.

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas AKP Lingga Ramadhani menegaskan, pengesahan warga baru merupakan agenda penting dalam tradisi setiap perguruan silat. Namun, seluruh rangkaian kegiatan harus tetap dilaksanakan sesuai aturan hukum serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Menurut Lingga, seluruh anggota perguruan yang mengikuti pengesahan diminta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

"Seluruh anggota perguruan silat yang mengikuti pengesahan warga baru kami imbau bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Solo Dipindah ke Sukoharjo, Kuota SD Belum Terpenuhi

Polresta Solo secara khusus mengingatkan peserta maupun pendukung untuk tidak melakukan konvoi kendaraan di jalan raya. Selain berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, konvoi juga dapat menyebabkan kemacetan serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kepolisian juga menegaskan larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong yang selama ini kerap menjadi sumber keluhan masyarakat. Selain itu, peserta diminta menjauhi minuman keras maupun barang-barang terlarang yang dapat memicu pelanggaran hukum.

Lingga menekankan pentingnya sikap dewasa, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan antarsesama anggota perguruan maupun dengan kelompok lain. Polisi tidak menginginkan adanya provokasi, gesekan, ataupun tindakan yang berujung pada konflik.

"Kami mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi kebanggaan justru menimbulkan permasalahan hukum," tegasnya.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Polresta Solo bersama jajaran akan melakukan pengamanan serta pengawasan selama proses pengesahan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Polresta berharap seluruh perguruan silat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan Kota Solo. Dengan demikian, kegiatan pengesahan warga baru dapat berlangsung khidmat, tertib, dan memberikan citra positif bagi organisasi maupun masyarakat luas.

"Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Mari tunjukkan bahwa pengesahan warga baru dapat dilaksanakan secara aman, tertib, dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," pungkas Lingga. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#silat #polresta solo