Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha dan Sekolah, Wali Kota Solo Turun Tangan

Silvester Kurniawan • Minggu, 21 Juni 2026 | 23:10 WIB
Dua orang anak tengah belajar dengan bantuan lilin, saat adanya kebijakan listrik tengah mati. (Arief Budiman/Radar Solo)
Dua orang anak tengah belajar dengan bantuan lilin, saat adanya kebijakan listrik tengah mati. (Arief Budiman/Radar Solo)
 

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota Solo merespons fenomena pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Solo dalam beberapa waktu terakhir. Wali Kota Surakarta Respati Ardi meminta agar gangguan kelistrikan tersebut segera ditangani sehingga tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

Menurut Respati, keluhan terkait pemadaman listrik terus berdatangan dari warga. Gangguan tersebut dinilai berdampak luas, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga keamanan lingkungan.

“Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kegiatan usaha, proses belajar anak-anak, aktivitas ibadah, keamanan lingkungan, hingga kelancaran lalu lintas,” kata Respati, Minggu (21/6).

Baca Juga: Wisatawan Membludak? Pertamina Siapkan Langkah Khusus di Seluruh SPBU Jateng dan DIY

Sebagai bentuk respons, Respati mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan PLN untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong percepatan penanganan gangguan yang menyebabkan pemadaman bergilir di Kota Bengawan.

Dari informasi yang diterimanya, pemadaman terjadi akibat kendala teknis yang berdampak pada penurunan kapasitas pasokan listrik. Meski demikian, PLN disebut tengah mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar sistem kelistrikan dapat kembali normal.

“Saya kemarin sudah menelepon langsung pimpinan PLN. Saat ini memang ada kendala, tetapi kita berharap agar segera kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga: PLTSa Putri Cempo Tersandera Regulasi, Perubahan Kebijakan Energi Hambat Keberlanjutan Sampah Solo

Selain mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik, Pemkot Solo juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pemadaman terjadi pada malam hari. Pasalnya, gangguan listrik tidak hanya memengaruhi rumah tangga dan usaha, tetapi juga berdampak pada penerangan jalan umum (PJU) dan lampu lalu lintas.

Respati menginstruksikan jajaran terkait, termasuk linmas di tingkat wilayah, untuk memperkuat patroli keamanan selama masa pemadaman berlangsung.

“Kami minta linmas ikut meningkatkan keamanan lingkungan. Bagi pengguna jalan, mohon ikut berhati-hati karena pemadaman listrik juga berdampak pada PJU dan traffic light,” paparnya.

Di sisi lain, pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir juga memicu keluhan dari kalangan pelaku usaha. Aktivitas produksi, layanan pelanggan, hingga operasional bisnis disebut terganggu akibat pasokan listrik yang tidak stabil.

Salah satu pengusaha laundry di kawasan Pajang, Laweyan, Ega, mengaku kecewa karena pemadaman berulang membuat usahanya mengalami hambatan operasional.

“Sangat meresahkan dan membuat tidak nyaman. Masyarakat seperti kita ini kan berupaya selalu tertib membayar tagihan listrik. Kalau melanggar kena denda, lha ini mati listrik bolak-balik bagaimana? Kalau tidak bisa kasih keringanan ya mending jangan membuat pelanggan kerepotan,” keluhnya.

Baca Juga: RASOHISTORI: Mengenang Tujuh Tahun Hilangnya Legenda Persis Solo Ferryanto, Nomor 17-nya Kini Dipensiunkan 

Pemkot berharap permasalahan teknis yang menyebabkan pemadaman dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa gangguan. (ves/nik) 

Editor : Niko auglandy
#mati lampu #pln #listrik #Respati