RADARSOLO.COM – Ribuan warga memadati kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Minggu (21/6/2026), untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 kepada Jokowi. Namun di tengah suasana penuh keakraban itu, seorang pria yang diduga pelaku pencopetan justru harus berakhir di tangan polisi.
Pria tersebut diamankan petugas Polsek Banjarsari setelah diduga melancarkan aksi pencopetan di tengah kerumunan warga yang sedang mengantre masuk ke rumah Jokowi. Aksinya diketahui warga dan petugas sehingga pelaku berhasil diamankan sebelum sempat melarikan diri.
Situasi sempat memanas karena sejumlah warga yang mengetahui dugaan aksi pencopetan itu berusaha mendekati pelaku. Untuk menghindari amukan massa, petugas kepolisian bergerak cepat mengevakuasi pria tersebut ke salah satu rumah warga di sekitar lokasi.
Baca Juga: Tertidur karena Mengantuk, Motor dan Ponsel Warga Sukoharjo Digasak Residivis
Setelah kondisi dinilai aman dan kondusif, pelaku kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dompet berisi uang tunai dan kartu ATM yang diduga milik korban. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya barang bukti lain serta keterlibatan pelaku dengan jaringan pencopet yang biasa beroperasi di lokasi keramaian.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Luka Kecelakaan Bus Sumber Berlian Jaya di Ngargoyoso Karanganyar
“Kami mengamankan satu orang pria yang diduga melakukan tindak pidana pencopetan di tengah kerumunan warga yang sedang mengikuti kegiatan perayaan ulang tahun Bapak Jokowi,” ujarnya.
Menurut Harno, penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Solo. Penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan dari korban maupun saksi untuk mengungkap secara utuh modus operandi yang digunakan pelaku.
Baca Juga: RESMI Dibuka! Link Pendaftaran Penggerak HAM 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar, Cek Syarat Lengkapnya
Polisi juga belum bersedia membuka identitas pria tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Untuk identitas pelaku belum dapat kami sampaikan karena masih dalam pemeriksaan. Apakah yang bersangkutan beraksi sendiri atau merupakan bagian dari komplotan, saat ini masih didalami oleh penyidik,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya tiga orang pengunjung diduga menjadi korban pencopetan dalam kegiatan tersebut. Namun hingga kini, barang bukti yang berhasil diamankan dan teridentifikasi baru berasal dari satu korban.
“Ada tiga orang yang menjadi korban pencopetan tersebut. Barang bukti yang diamankan baru satu korban,” kata Harno.
Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan yang masih berlangsung. Aparat juga membuka peluang adanya pelaku lain yang turut beraksi di tengah padatnya pengunjung yang datang ke kediaman Jokowi.
Harno mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menghadiri kegiatan yang melibatkan kerumunan besar. Menurutnya, kondisi padat dan berdesakan sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan barang bawaan, menyimpan dompet maupun telepon genggam di tempat yang aman, serta tidak mudah lengah saat berada di tengah keramaian,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat tindakan mencurigakan maupun menjadi korban tindak kejahatan agar petugas dapat segera melakukan tindakan cepat.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Solo. Polisi terus mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor maupun keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencopetan tersebut. (atn)
Editor : Kabun Triyatno