RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memperluas program pelatihan kerja yang disertai jaminan penempatan kerja mulai pertengahan 2026. Program ini merupakan pengembangan dari Rumah Siap Kerja yang sebelumnya telah berjalan dan mendapat dukungan anggaran tambahan Rp 2 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, dana tersebut akan langsung difokuskan untuk memperbanyak pelatihan berbasis kebutuhan industri sekaligus memastikan peserta terserap di dunia kerja.
Baca Juga: Kera Liar Ekor Panjang Acak-Acak Gamelan Univet Bantara Sukoharjo, Evakuasi Butuh Waktu Lama
“Anggaran Rp 2 miliar ini akan kita segerakan untuk membuka banyak pelatihan kerja yang langsung disertai jaminan penempatan kerja,” ujar Respati, Selasa (23/6).
Ia menjelaskan, pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, mulai dari Bahasa Jepang, administrasi komputer, hingga keterampilan teknis lainnya. Program ini juga menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk lulusan sekolah, perguruan tinggi, hingga penyandang disabilitas.
Baca Juga: Ditinggal Beli Sarapan, Dapur Warga Wedi Klaten Jadi Arang
“Lowongannya ada yang untuk lulusan sekolah, perguruan tinggi, dan juga untuk masyarakat disabilitas. Intinya disesuaikan dengan kebutuhan industri,” katanya.
Program Rumah Siap Kerja sendiri merupakan penguatan dari kebijakan serupa yang telah berjalan sejak 2025. Pemerintah kota mengklaim program tersebut turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Solo dan mengantarkan Kota Surakarta meraih penghargaan dari Kemendagri.
Baca Juga: Puluhan Lansia Di Solo Diwisuda, Bukti Usia Bukan Hambatan Untuk Belajar
Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono sebelumnya menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperluas akses pekerjaan bagi warga. (ves)
Editor : Kabun Triyatno