Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bidik Dalem Joyokusuman Untuk Wellness Tourism, Pemkot Solo Geber Festival Jawa-Jawi

Alfida Nurcholisah • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:35 WIB
Lapak primbon Jawa hadir dalam Festival Jawa-Jawi, dalam rangkaian Pekan Kebudayaan di Dalem Joyokusuman, Selasa-Sabtu (28/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Lapak primbon Jawa hadir dalam Festival Jawa-Jawi, dalam rangkaian Pekan Kebudayaan di Dalem Joyokusuman, Selasa-Sabtu (28/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai memantapkan langkah sebagai destinasi wellness tourism, melalui gelaran Festival Jawa-Jawi dalam Pekan Kebudayaan di Dalem Joyokusuman, Selasa-Sabtu (28/6).  

Festival ini memadukan jamasan pusaka milik Museum Keris Nusantara dan Museum Radyapustaka, dengan konsep wisata kebugaran. 

Konsep baru ini tidak hanya menghadirkan seni instalasi dan budaya Jawa. Di samping itu, juga upaya mengenalkan potensi wisata kesehatan dan kebugaran berbasis tradisi kepada masyarakat luas.

Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan, perkembangan sektor pariwisata di Kota Solo saat ini tumbuh cukup pesat.

Baca Juga: Baliho Ultah Jokowi Jadi Sorotan, Pemkot Solo Bantah Dibiayai APBD

Karena itu, pemkot mengapresiasi inovasi yang dilakukan dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) dalam menghadirkan konsep wisata baru.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari visi besar pembangunan pariwisata Kota Solo menuju 2030.

“Ini bukan pekerjaan jangka pendek, tetapi jangka panjang. Kami akan tetapkan visi besar Kota Solo 2030 sebagai wellness city,” kata Respati, Selasa (23/6).

Respati menilai sektor wellness memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Baca Juga: Solo Perluas Pelatihan Kerja dengan Jaminan Penempatan, Gelontorkan Dana Rp 2 Miliar

Ia mencontohkan sejumlah pelaku usaha spa dan perawatan tubuh di Solo yang saat ini mengalami peningkatan permintaan hingga daftar tunggu pelanggan mencapai satu pekan.

Tak hanya itu, pertumbuhan industri wellness disebut membuka peluang kerja baru, mulai dari terapis, produsen essential oil, hingga pelaku usaha minuman rempah tradisional.

“Nanti ini bisa menjadi pertumbuhan ekonomi yang melesat pada 2030,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Solo Maretha Dinar mengaku Dalem Joyokusuman akan diarahkan jadi salah satu pusat pengembangan wellness tourism di Kota Solo.

Menurutnya, konsep yang ditawarkan menggabungkan berbagai unsur. Mulai dari spa, jamu, kuliner sehat, hingga aktivitas pendukung kebugaran yang tetap berakar pada budaya Jawa.

“Ini salah satu mini wellness tourism yang bisa dilihat. Konsep ini akan ditawarkan ke investor untuk dikembangkan,” bebernya.

Konsep baru tersebut mendapat beragam tanggapan dari pengunjung salah satunya Nur Ruth Zamania mahasiswa Universitas Sebelas Maret asal Pekalongan.

Dia mengaku baru pertama kali mengunjungi Dalem Joyokusuman. Ia menilai bangunan dan koleksi yang ditampilkan cukup menarik, termasuk prosesi jamasan pusaka yang jarang ditemui di daerah asalnya.

Baca Juga: Terekam CCTV, Eks Karyawan Gasak Emas dan Logam Mulia Milik Mantan Bos

"Menarik banget karena enggak ada di kotaku dan ini baru pertama kali lihat langsung," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku memiliki ekspektasi berbeda sebelum datang ke lokasi.

Menurutnya, konsep jamasan pusaka yang ditampilkan terasa lebih modern dibanding bayangannya yang identik dengan nuansa ritual sakral.

"Aku pikir bakal lebih sakral. Ternyata sudah lebih modern, dekorasinya juga warna-warna pastel, jadi sempat mengira ini acara yang berbeda," katanya.

Namun, ia berharap kegiatan serupa terus digelar supaya kebudayaan di Kota Solo bisa lebih dikenal banyak wisatawan sekaligus untuk melestarikan agar tidak hilang. (alf)

Editor : fery ardi susanto
#festival jawa jawi #wellness tourism #solo #Wellness Tourism di Solo #wellness city