RADARSOLO.COM – Tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Solo masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Kondisi itu terlihat dari membludaknya pencari kerja yang memadati Solo Career Expo 2026 untuk memperebutkan 6.401 lowongan kerja yang disediakan 40 perusahaan.
Sejak pendaftaran dibuka secara daring, antusiasme masyarakat sudah terlihat tinggi. Ribuan pencari kerja dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia datang untuk mencari peluang kerja di tengah ketatnya persaingan pasar tenaga kerja.
Baca Juga: ASN Tak Senonoh Perekam SPG di Solo Jadi Tersangka, Ini Motifnya
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo Pramutedy Sukoco mengatakan, Solo Career Expo tahun ini melibatkan 40 perusahaan dari berbagai sektor, mulai industri manufaktur, makanan dan minuman, ritel, hingga perdagangan.
“Solo Career Expo melibatkan 40 perusahaan dan menyediakan 6.401 lowongan kerja. Sejak dibuka pendaftaran secara online, peminatnya sudah sangat banyak,” ujarnya.
Baca Juga: Berapa Harga Honda Vario EVO 160 yang Resmi Rilis di Indonesia? Mengaspal dengan Tampang Balap
Pemkot Solo berupaya memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Solo dalam proses rekrutmen. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dicari.
“Untuk saat ini diupayakan warga ber-KTP Solo dulu. Tetapi dari perusahaan tidak harus Solo. Kami hanya meminta agar yang diutamakan warga Solo,” katanya.
Data Disnaker Solo menunjukkan jumlah pengangguran terbuka di Kota Solo pada 2025 masih berada di angka sekitar 13.200 orang. Angka tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong perluasan kesempatan kerja melalui berbagai program.
Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan apakah angka pengangguran tersebut mengalami penurunan pada 2026. Hasil terbaru masih menunggu survei yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus mendatang.
“Tingkat pengangguran di Kota Solo pada 2025 sekitar 13.200 orang. Nanti Agustus BPS akan melakukan survei, baru bisa diketahui apakah ada penurunan atau tidak,” jelas Pramutedy.
Selain membuka akses lowongan kerja melalui job fair, Pemkot Solo juga menggenjot berbagai program pelatihan kerja untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
“Agar kualitas pencari kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan, intervensinya kita lakukan melalui pelatihan,” paparnya.
Tingginya persaingan kerja juga dirasakan para lulusan baru. Salah satunya Salsabila, lulusan Program Studi Hukum Agama Islam UIN yang lulus pada 2025. Ia mengaku telah melamar ke sekitar 100 perusahaan, namun hingga kini masih mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikannya.
“Pas tahu ada acara ini saya merasa ada peluang bagi kami yang baru lulus. Ini masih akan lihat-lihat dulu,” ujarnya. (ves)
Editor : Kabun Triyatno