Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

13 Ribu Warga Solo Masih Menganggur, Wali Kota Klaim Trennya Sudah Menurun

Silvester Kurniawan • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04 WIB
Solo Career Expo 2026 di Pendapa Balai Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Solo Career Expo 2026 di Pendapa Balai Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Meski jumlah pengangguran di Kota Solo masih berada di kisaran 13.200 orang, Wali Kota Solo Respati Ardi optimistis tren pengangguran terbuka telah menunjukkan penurunan sepanjang 2025 hingga 2026. Pemerintah kota kini memperkuat berbagai program ketenagakerjaan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Optimisme itu disampaikan Respati saat meninjau pelaksanaan Career Expo 2026 di Balai Kota Surakarta, Kamis (25/6). Menurutnya, bursa kerja yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan merupakan salah satu langkah konkret untuk menekan angka pengangguran di Kota Bengawan.

Baca Juga: Update Kasus Perampokan di Jenar, Polres Sragen Bekuk Penadah Motor dan Ponsel Milik Korban

“Intinya kami serius untuk membuat pelatihan dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” kata Respati.

Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Solo menunjukkan jumlah pengangguran terbuka pada 2025 masih sekitar 13.200 orang. Namun, Respati meyakini kondisi tersebut sudah mengalami perbaikan seiring berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah kota.

Baca Juga: 3 Tahun Tak Ada Pendaftar, SDN 3 Blumbang di Karanganyar Terancam Ditutup

Keyakinan itu, menurut dia, turut diperkuat dengan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menempatkan Surakarta sebagai daerah dengan capaian penurunan pengangguran terbaik di regional Jawa-Bali.

“Tingkat pengangguran terbuka alhamdulillah trennya ada penurunan, apalagi kemarin kita menang lomba. Kita target TPT harus cepat turun,” tegasnya.

Respati menilai upaya menekan pengangguran tidak cukup hanya dengan membuka lowongan pekerjaan. Kualitas sumber daya manusia juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan kerja dan pendidikan vokasi yang relevan.

Baca Juga: Warga Jogonalan Klaten Keluhkan Tenggorokan Gatal dan Batuk setelah Konsumsi MinyaKita Bau Minyak Tanah

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan selama ini tidak hanya disebabkan terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga belum optimalnya kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

“Ini butuh komitmen bersama agar paradigma pengusaha tentang mencari karyawan susah bisa dihindari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Solo Pramuteddy Sukoco menjelaskan angka 13.200 pengangguran tersebut masih mengacu pada data hasil survei sebelumnya yang dirilis pada 2025. Kondisi terbaru baru akan diketahui setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei ketenagakerjaan pada Agustus 2026.

“Surveinya kan belum turun, Agustus nanti BPS baru akan turun. Kalau penyerapan tenaga kerja dan angka pengangguran kan sebetulnya linier juga,” katanya.

Pemkot Surakarta sendiri terus mendorong program pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, serta perluasan akses informasi lowongan pekerjaan melalui berbagai kegiatan, termasuk Career Expo 2026, sebagai strategi menekan tingkat pengangguran terbuka di Kota Solo. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#Wali Kota Solo Respati Ardi #badan pusat statistik (bps) #pengangguran #survei #tenaga kerja