RADARSOLO.COM - Sebanyak tujuh baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diturunkan dari sejumlah titik strategis di Kota Solo, Jumat (26/6/2026).
Penurunan baliho ini memperjelas status pemanfaatan media promosi milik Pemkot Solo yang sempat menuai sorotan tajam.
Wali Kota Solo Respati Ardi membenarkan bahwa seluruh papan reklame ucapan ultah Jokowi telah dilepas.
Respati menyebut pencopotan baliho murni dikarenakan batas waktu masa sewa ruang publik yang diajukannya telah habis, yakni hanya berdurasi selama lima hari terhitung sejak ultah Jokowi.
"Iya, karena memang saya sendiri sewa pada waktu beliau ulang tahun. Kan saya sewanya memang lima hari," kata Respati ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (26/6/2026).
Menyikapi gelombang kritik yang bermunculan dari berbagai elemen masyarakat, Respati menegaskan bahwa dirinya menghormati setiap perbedaan sudut pandang publik.
Bersamaan dengan itu, ia meluruskan bahwa seluruh biaya operasional dan sewa baliho bersumber dari dana kantong pribadinya.
Artinya dipastikan tidak membebani alokasi APBD Kota Solo.
Ketika ditanya kemungkinan penerapan kebijakan serupa untuk memberikan atensi visual kepada tokoh nasional atau presiden lainnya di masa mendatang, Respati melontarkan kelakarnya.
Baca Juga: DPRD Karanganyar Desak Regrouping SDN Krisis Murid
"Ya nanti foto ibu saya, saya pasang juga karena sudah berjasa di hidup saya," candanya.
Diketahui, pemasangan baliho ultah Jokowi sempat memantik reaksi keras dan hujan kritik dari sejumlah pimpinan partai politik di DPRD Kota Solo.
Sorotan tajam bahkan datang dari internal partai pengusung Respati, yakni DPC Partai Gerindra Kota Surakarta.
Baca Juga: Melalui Monolog, Pelajar di Solo Raya Diajak Menemukan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Sastra
Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno menyatakan bahwa teguran yang dilayangkan oleh parpol berfungsi sebagai pengingat agar jalannya tata kelola kepemimpinan daerah tetap berjalan di koridor yang mawas diri dan objektif.
"Kita hanya memberi peringatan, selanjutnya harap berhati-hati selaku tokoh Kota Solo. Pimpinan di Kota Solo harus mawas diri, tidak semau gue kayak gitu," tegas Ardianto Kuswinarno. (ves)
Editor : Tri Wahyu Cahyono